TOPIK
Kisruh Golkar
-
"Saya kira itu legal standing DPP Munas Bali sebagai hasil pertemuan saya," katanya.
-
"Tidak ada sabotase. Musda itu urusan organisasi. Kebakaran ini musibah," tegasnya.
-
Menurut Dahri, tidak ada dokumen penting yang terbakar.
-
Kata Dahri, ia menjalankan tugas dan melaksanakan perintah DPP Partai Golkar sesuai konstitusi.
-
"Pokoknya menimbulkan konflik yang berkepanjangan," tegasnya lagi.
-
"Tinggal tunggu surat keputusan bersama saja," lanjut Albert.
-
"Makanya, harus lobi-lobi ke pengurus hasil Munas Riau," ucap Dahri, yang menjabat Ketua Komisi III DPRD Kaltim.
-
Menurut dia, apapun hasil rapat yang dibahas dan disepakati pengurus DPP Partai Golkar hasil Munas Riau, harus didukung.
-
Syarkowi menambahkan, ia sudah mendapatkan semua berkas terkait proses dalam penyusunan jadwal.
-
Andi Harun menyarankan, yang ingin menjadi ketua fraksi perlu bersabar.
-
"Lebih baik yang muda-muda saja maju. Saya akan mendukung yang calon yang muda maju," ujar Sofyan.
-
Artinya, semua kepengurusan partai kembali sesuai hasil Munas di Riau.
-
"Jadi sebaiknya tidak perlu mengeluarkan kebijakan yang malah menambah masalah di internal Golkar di Kaltim," ujarnya.
-
Selanjutnya, kata Yusril, sebagai konsekuensi putusan MA ini, Menkumham wajib menerbitkan Surat Keputusan baru yang mengesahkan DPP Golkar hasil Munas
-
Saat ini tim gabungan penjaringan kepala daerah dari dua kubu sudah berhasil menetapkan cukup banyak kepala daerah yang sama.
-
"Pengadilan itu ada tahapan-tahapannya. Salah satunya biasanya banding lagi, jadi belum inkrah. Jadi kita lihat lagi perkembangannya," ujarnya.
-
Menurut dia, DPP Partai Golkar tetap mengutamakan kader partai yang akan diusung di pilkada serentak 2015.
-
Alotnya pembahasan lantaran masih terjadi tarik-menarik berdasarkan indikator yang ditentukan kedua kubu.
-
Selain Dahri Mamma, dua nama lainnya yang mencalonkan diri maju di bursa calon ketua adalah Joutje Rumambi dan Fani Tambayong.
-
"Calon juga pasti sudah survei, tinggal nanti kita analisis," ujarnya.
-
Secara garis besar, kesepakatan tahap kedua ini mengatur bagaimana menentukan calon kepala daerah secara bersama.
-
"Kita lebih mengedepankan persamaan. Karena kalau perbedaan tidak akan selesai," tuturnya.
-
"Sebenarnya Golkar sudah bersatu, tinggal pengurusnya yang belum kita kompakkan, jadi ini (kesepakatan) tahap kedua dulu," kata Kalla.
-
Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang memenangkan kubu Aburizal, kata Ace, tidak serta-merta membatalkan SK itu.
-
"Sehingga Golkar bisa dengan tenang bersama-sama mengawal calon-calon yang akan ikut di Pilkada," kata Aburizal.
-
Oleh sebab itu, ia berharap, agar segera terjadi kompromi politik dengan kubu Agung Laksono untuk mewujudkan islah ini.
-
Sebaiknya partai Golkar mengambil langkah rasional dan harus bersikap dewasa mengingat partai belambang beringin ini sudah sangat berpengalaman.
-
"Jangan saya yang komentari. Mohon dimengerti dulu," jawab Syahrun yang akrab Alung.
-
Mahyudin pun tak menampik dengan putusan PTUN, akan ada munas lagi. Karena kepengurusan munas Pekanbaru berakhir 2015 ini.
-
Mukmin Faisyal menegaskan tidak akan merangkul kader-kader yang telah mendukung kubu Golkar versi Agung Laksono.
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved