Citizen Journalism

Buang Sampah Sembarangan Itu Masalah Perilaku

Iseng saja saya lihat mobil tersebut, begitu lewat beberapa meter dari depan saya eh tiba-tiba...pluk, bekas air mineral gelas kosong terlempar.

Buang Sampah Sembarangan Itu Masalah Perilaku
tribunkaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
BUANG SAMPAH - Membuang sampah sembangan menyebabkan pemandangan menjadi tidak menarik. Kebiasaan membuang sampah sembangan itu masalah perilaku bukan ketersediaan tempat sampah. 

Oleh: Siti Masyithoh
Pengajar Fakultas Ekonomi
Universitas Mulawarman
masitah_unmul@yahoo.com

SUATU sore, duduk santai depan rumah sambil melihat kendaraan yang lalu lalang. Kebetulan depan rumah saya jalannya cukup lebar dan sering buat lalu lalang kendaraan umum, walaupun bukan jalan raya. Saat itu terlihat ada mobil sedan hitam meluncur dari arah kanan saya. Iseng saja saya lihat mobil tersebut, begitu lewat beberapa meter dari depan saya eh tiba-tiba...pluk, bekas air mineral gelas kosong terlempar dari luar jendela mobil sedan hitam tersebut.

SAYA tertegun dan bengong menatap sedan hitam tersebut sampai hilang dari pandangan mata. Sementara si bekas air mineral gelas yang terlempar tersebut terombang ambing terhempas libasan angin kendaraan yang lalu lalang dan tidak lama kemudian nyemplung ke got kosong yang tidak jauh dari situ.

BACA JUGA: Cara Mudah Mengusir Duri Ikan yang Tersangkut di Tenggorokan

Untuk beberapa lama saya duduk termenung sambil tetap melihat kendaraan yang lalu lalang, sepertinya ada yang salah dengan kejadian tersebut, tapi apa ya? Kalau lihat mobil sedannya sih jelas yang di dalam mobil pasti bukan orang yang tidak punya tapi kenapa buang sampah sembarangan seperti itu? Apa di dalam mobilnya tidak dia sediakan tempat sampah? Kalau saja, yang buang sampah itu adalah penumpang angkot, mungkin orang masih bisa mahfum, katanya wajarlah. Walaupun tetep nggak benar juga penumpang angkot buang sampah sembarangan seperti itu. Nah ini kan penumpang mobil sedan yang cukup mewah, di mana katanya, katanya lho, secara pendidikan kan biasanya lebih baik.

Dan harapannya perilakunya juga lebih baik, harapannya lho ya. Iya ini bukan menuding semua penumpang sedan seperti itu lho ya. Saya yakin mungkin cuma ya satu orang itu saja yang berperilaku seperti itu dan kebetulan pas kejadiannya di depan mata saya pula.

Kejadian tersebut membawa ingatan saya ke beberapa tempat yang sering saya kunjungi, sering sekali botol-botol plastik bekas minuman atau kotak-kotak kue makanan tergeletak begitu saja di bawah tempat duduk, ditinggal pergi oleh pemiliknya padahal tempat sampah cuma beberapa meter dari situ. Tempat-tempat rekreasi sama saja, sampah berserakan di mana-mana, kadang sampai bingung mencari tempat yang bersih.

BACA JUGA: Tunggangi Penyu, Perempuan Ini Didenda Rp 29 Juta

Kalau yang berserakan itu adalah daun-daun yang berguguran kita bisa maklum, itu karena alam, akan tetapi kalau yang berserakan itu adalah sampah-sampah yang ditinggal begitu saja oleh pemiliknya maka ini adalah perilaku. Perilaku membuang sampah sembarangan, walaupun ada tempat sampah di dekatnya.

Suatu saat, saya pernah berdiskusi tentang kebiasaan orang-orang yang meninggalkan sampah makanan dan minumannya begitu saja di tempat rekreasi. Argumen yang mereka berikan adalah di tempat tersebut tidak disediakan tempat sampah jadi terpaksa ditinggal begitu saja. Argumennya betul bukan?

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved