Awali Aksi Bela Negara, 13 Kendaraan Dobel Gardan Menuju Perbatasan
Selama ini, kawasan perbatasan dianggap warga minim perhatian dari pemerintah, baik daerah maupun pusat.
Penulis: Martinus Wikan |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Selama ini, kawasan perbatasan dianggap warga minim perhatian dari pemerintah, baik daerah maupun pusat.
Menanggapi hal tersebut, Desk Pengendalian Pusat Kantor Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melaksanakan kegiatan bakti sosial di kecamatan yang berada di perbatasan.
Kegiatan ini diberi nama pembinaan tokoh masyarakat di daerah perbatasan RI-Malaysia. Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur ini, menjadi awal perhatian pemerintah terhadap kawasan tersebut.
Sebanyak 13 kendaraan dobel gardan, berkumpul di teras kantor Gubenur Kalimantan Timur mengawali perjalanan selama 10 hari. Kegiatan bakti sosial ini dibuka langsung Gubenur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Baca: Garuda di Dadaku, Malaysia di Perutku Semboyan Warga Perbatasan
"Sebagai langkah preventif, kami mengawalinya dengan membentuk bakti sosial pembentukan karakter bela negara di kawasan perbatasan," kata Awang.
Ketua rombongan Agus Subagyo membawa tim dari berbagai instansi terutama instansi kesehatan provinsi.
Awang menambahkan, pembangunan infrastruktur menjadi tujuan utama agar tidak ada ketimpangan antar daerah.
"Banyak program yang dilakukan untuk memajukan kawasan perbatasan terutama pembangunan infrastruktur. Namun yang harus dan diperlukan yakni pendidikan bela negara di kawasan perbatasan," ujar Awang. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim