Selain PLTN, Masih Bisa Kedepankan Sumber Energi Alternatif Lain
Tetapi, lanjut dia, jangan langsung dijawab dengan energi nuklir. Masih bisa menggunakan energi alternatif.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Kelompok Kerja 30, Carolus Tuah menyinggung rencana pemerintah provinsi yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Berau.
Gagasan itu, kata dia, dilontarkan sebelum warga Kaltim mengetahui soal PLTN.
Ini dikemukakan Tuah, saat didaulat menjadi narasumber diskusi rangkaian Musyawarah Wilayah Partai Rakyat. Demokratik (PRD) Provinsi Kaltim, di Hotel Mesra International, Samarinda, Sabtu (7/11/2015).
Menurut dia, bicara soal Gotong Royong Membangun Kemandirian Ekonomi dan Energi Nasional, maka perlu melihat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Ekonomi yang berbasis industri, tahu-tahu pemerintah pergi ke Rusia. Tiba-tiba ada gagasan mau bikin PLTN di Berau. Gagasan yang disampaikan itu, warga Kalimantan Timur belum tahu," ucap Tuah.
Tuah menyadari, kalau di Kaltim mengalami krisis energi. Tetapi, lanjut dia, jangan langsung dijawab dengan energi nuklir. Masih bisa menggunakan energi alternatif.
"RPJMD Kaltim menjawab krisis energi dengan beberapa isu. Harusnya bisa gotong royong dengan Partai Rakyat Demokratik. RPJMD berbicara tentang panas bumi sebagai solusi, tenaga angin, dan tenaga air," papar Tuah.
Tuah pun mempertanyakan rencana pembangunan PLTN di Kaltim, terkait riset secara ilmiah dari pemerintah dan akademisi. Riset itu terkait dari segi keamanan dan ramah lingkungan.
"Adakah riset yang dilakukan pemprov untuk mengembangkan energi alternatif? Kenapa tiba-tiba nuklir yang belum ada buktinya. Belum ada riset yang dilakukan Universitas Mulawarman dan Pemprov Kaltim yang bisa menjawab bahwa, satu nuklir itu memang aman, dan yang kedua nuklir itu memang energi ramah lingkungan," pungkas Tuah. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim