Pemuda-pemudi yang Mau Jadi Polisi Silakan Daftar, Gratis!
Polda Kaltim mengadakan jumpa pers akhir tahun 2015 di ruang Rupatama Polda Kaltim, Rabu (30/12/2015).
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Polda Kaltim mengadakan jumpa pers akhir tahun 2015 di ruang Rupatama Polda Kaltim, Rabu (30/12/2015).
Dalam presentasinya Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin mengatakan tekait masalah penerimaan polisi setiap tahunnya akan dipermudah. Untuk yang akan masuk dalam penerimaan Taruna Akpol tidak perlu kuota, pasalnya kuota setiap tahunnya tidak terpenuhi, kuota bisa terpenuhi jika jumlah yang lulus dalam tes lebih besar dibanding kuota yang tersedia.
“Selama ini jika kita diberi kuota 15 untuk Akpol hanya tercapai sembilan. Kita kekurangan pendaftar yang bisa lulus sampai tahap akhir. Jadi masih ada kuota kosong,” ungkap Safaruddin.
Pihaknya akan gencar untuk melakukan perekrutan personel Polri ke beberapa SMA. Pihaknya akan mendaftar siswa SMA yang berminat. Selama proses pendaftaran para calon pendaftar akan dipermudah dalam proses persyaratan administrasi.
“Nilai, tinggi badan, persyaratan administrasi akan dipermudah, anggota Polres akan membantu dalam pendataan kemudian siswa dimotivasi untuk belajar menghadapi tes,” ungkap Kapolda Kaltim.
Baca: Tambah Wawasan, 45 Awak Paskibra Bertandang ke Akpol
Kapolda Kaltim mengatakan akan melatih para siswa yang berminat untuk mendaftar Taruna Polri baik secara fisik maupun mental. Hal ini merupakan upaya dalam memenuhi kuota yang selama ini selalu tidak bisa terpenuhi.
“Siswa secara jasmani akan dilatih, jika memang akan tes kita latih, berapa pull up, push up, dan kegiatan tes kesehatan lainnya. Persyaratan yang akan dipenuhi siswa akan kami bantu. Hal ini agar kuota bisa terpenuhi,” ujar Safaruddin.
Selain itu Polda Kaltim sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dalam melakukan perekrutan anggota polisi mulai tahun depan. Pihaknya akan melakukan sosialisasi dan mendata siswa yang berminat untuk mengikuti penerimaan tes Akpol.

TRIBUN KALTIM/AHMAD SIDIK -- Suasana pembekalan calon taruna Akpol 2015 di ruang Rupatama Polda Kaltim, 29 Juli 2015.
“Kami sudah kerjasama dengan Diknas dalam melakukan proses pendaftaran taruna Polri. Jika lulus nanti, siswa yang berminat bisa langsung meneruskan untuk mengikuti tes taruna Akpol. Setiap Senin Kapolres akan menjadi inspektur upacara dalam melakukan sosialisasi penerimaan Polisi," ujar Safaruddin.
Sedangkan untuk daerah daerah perbatasan, Kapolda memiliki rencana untuk melakukan tes dengan tidak melibatkan persaingan antar daerah. Sebagian besar para peserta dari wilayah perbatasan tidak lulus setelah dites bersama peserta dari daerah lainnya.
"Peserta dari daerah perbatasan seperti Nunukan dan Malinau tes kesehatan kalah, kemudian psikotes dan ilmu pengetahuan juga kalah dengan peserta dari Balikpapan dan Samarinda. Untuk itu tes dilakukan dengan orang di daerah situ. Kebanyakan peserta dari daerah perbatasan tidak lulus saat diadu dengan daerah lain. Untuk itu proses tes hanya melibatkan peserta dari daerahnya sendiri, supaya di daerah terpencil tetap ada calon perwira yang lolos, ini juga upaya memunculkan perwakilan daerah," tutur Kapolda Kaltim.
Jenderal bintang dua ini juga menyebutkan penyakit kulit bisa menyebabkan peserta gugur dalam tes kesehatan. Perbaikan kondisi kesehatan bisa dilakukan sebelum mengikuti tes penerimaan polri.
"Jangan salah. Panu, gigi yang bolong, pakai kacamata bisa membuat gagal tes kesehatan. Apapun yang bisa diperbaiki kita akan perbaiki. Tapi ingat tidak ada penerimaan masuk polisi bayar, jika ada anggota yang bilang bayar bisa masuk jadi polisi silakan lapor saya melalui SMS atau telepon, saya akan tindak!" tegas Safaruddin. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sidang-kelulusan-akpol_20151231_112200.jpg)
