Puting Beliung Amuk Permukiman Warga, 52 Rumah Rusak
Warga setempat, Lukman Hakin, mengaku menyaksikan puting beliung datang beberapa saat setelah hujan deras mengguyur sekitar permukiman warga.
TRIBUNKALTIM.CO, MAGELANG - Puting beliung menerjang pemukiman warga di perbukitan Menoreh, Kecamatan Salaman dan Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2016) sore.
Akibatnya, 52 rumah porak-poranda dan pohon-pohon tumbang. Sebagian warga pun terpaksa mengungsi di rumah sanak keluarga karena rumah tidak bisa ditempati lagi.
Warga setempat, Lukman Hakin, mengaku menyaksikan puting beliung datang beberapa saat setelah hujan deras mengguyur sekitar pemukiman warga.
"Saat itu hujan masih deras, angin kencang memutar yang mengarah ke pemukiman penduduk. Kami ketakutan," ujar Lukman.
Lukman mengatakan, di rumahnya di Dusun Sojomerto Kidul, Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman, ia tinggal bersama istri dan empat anaknya. Mereka langsung keluar rumah menyelamatkan diri.
Baca: Warga di Kota Ini Kaget Ada Angin Puting Beliung
"Angin merusak atap rumah, genteng-genteng bertebangan. Kami beruntung tidak ada yang terluka," jelasnya.
Akibat genteng rusak, keluarga Lukman terpaksa harus mengungsi terlebih dahulu di rumah kerabatnya di Kecamatan Tempuran.
"Rumah saya sebelumnya sempat rusak karena peristiwa yang sama pada Jumat (15/1/2016). Namun angin yang menerjang rumah waktu itu kekuatanya kecil," ungkapnya.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Didik Wahyu Nugroho menjelaskan, angin puting beliung melanda beberapa titik di Kabupaten Magelang.
Misalnya, di Dusun Sojomerto terdapat 24 rumah warga rusak dan Dusun Drojogan, Desa Sidomulyo 15 rumah juga rusak. Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran juga diketahui terdapat 13 rumah penduduk rusak.
"Warga dan relawan akan menggelar kerja bakti Rabu pagi," kata Didik. (Ika Fitriana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/puting-beliung_20160120_082426.jpg)
