Kuliner
Suka Nongkrong di Kedai Kopi, Konsultan Ini Pilih Jadi Barista
Di Sangatta, kabupaten Kutai Timur, kedai kopi modern juga bermunculan.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Tren penikmat kopi terus tumbuh, seiring menjamurnya beragam kedai kopi, mulai kaki lima, hingga kafe modern.
Di Sangatta, kabupaten Kutai Timur, kedai kopi modern juga bermunculan.
Satu di antaranya, Rumah Koffie, milik Syahril. Seorang konsultan pemberdayaan masyarakat dan aktif di kegiatan Non Government Organization (NGO) yang beralih ke bisnis kedai kopi, sejak lima bulan lalu.
Mendirikan Rumah Koffie, menurut Syahril adalah sebuah pengembangan hobi menyeruput kopi bersama teman-teman. Melihat peluang pasar yang terbuka, ia pun langsung menjajal kemampuan dalam meramu kopi.
“Tren penikmat kopi di Sangatta cukup tinggi. Kedai maupun café kopi juga kian menjamur. Saya juga kebetulan penikmat kopi. Kerap nongkrong di kedai kopi bersama teman-teman. Kemudian dengan dukungan teman-teman, kebetulan ada salah satu teman yang memasok kopi Malabar. Saya coba membuka Rumah Koffie,” ungkapnya
Meski tak pernah kursus atau sekolah tentang mengolah kopi, namun berbekal suka nongkrong dan membaca artikel tentang mengolah kopi, jadilah Syahril seperti sekarang.
Baca: Mau Espresso atau Latte? Berbagai Olahan Kopi Malabar Ada di Rumah Koffie
“Ketika orang bilang, memiliki mesin kopi canggih semua menjadi mudah, tidak benar menurut saya. Karena membuat kopi tak bisa hanya mengandalkan mesin, tapi harus memiliki kemampuan dan merupakan penyuka kopi juga,” ujarnya.
Bagi mereka yang ingin mencari tempat kongkow dengan suasana santai seperti di rumah sendiri, bisa datang ke Rumah Koffie.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/syahril-barista-rumah-koffie_2_20160227_115235.jpg)
