Pemerintah Gandeng Unmul, Kaji Mekanisme Bantuan Desa
Sesuai program Bupati, bagaimana desa itu dapat lebih optimal membangun dengan keterbatasannya.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kamis (31/3/2016), tim Universitas Mulawarman yang dipimpin Aji Sofyan Effendi, memaparkan Mekanisme Bantuan Desa dan Petunjuk Teknis Operasional Bantuan Desa di hadapan Asisten Pemerintahan, Syafruddin Syam, Sekretaris Bappeda, Arjohansyah, Kepala Badan Bapemas, Erlyansyah dan pihak terkait lainnya.
“Kegiatan ini, untuk membahas bagaimana cara memberikan pendampingan pada desa yang akan mengelola langsung dana desa sebesar Rp 2 hingga 5 miliar per desa. Bagaimana cara memberikan kekuatan dalam bidang sumber daya manusia yang ada di desa, sehingga dapat memanfaatkan dana desa untuk pembangunan. Tanpa ada permasalahan di kemudian hari,” ungkap Syafruddin.
Sementara itu, Aji Sofyan Effendi mengatakan dana desa merupakan bagian dari APBN. Sedangkan yang dipresentasikan adalah bantuan kabupaten.
Sesuai program Bupati Kutim, bagaimana desa itu dapat lebih optimal membangun dengan keterbatasannya.
(Baca juga: Sensus Menyeluruh Dilakukan di Daerah Potensi Ekonomi Saja)
“Unmul berperan karena dalam pengembangan sumberdaya manusia butuh pendampingan. Banyak dokumen-dokumen perencanaan yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman. Ada RPJM desa, APBD desa, RKP desa dan Bumdes," katanya.
"Ini membutuhkan orang-orang yang paham. Tugas kami sebagai think tank dari kabupaten dalam rangka supaya ini dapat berjalan lancar. Sehingga desa beserta aparatur dalam pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik. Pelaporan dan evaluasinya juga lancar,” kata Aji Sofyan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kutim-gandeng-unmul_20160401_000722.jpg)