Senin, 18 Mei 2026

Milisi Abu Sayyaf

Ini Dia Pengakuan Penyandera kepada Pihak Perusahaan

Pihaknya pun masih menunggu dihubungi kembali oleh para penyandera.

Tayang:
HO
Inilah kapal TB Charles. Tujuh ABK TB Charles diduga diculik kelompok Abu Sayyaf. Sementara enam orang lainnya dibiarkan melanjutkan pelayaran. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hingga saat ini, pihak perusahaan PT PP Rusianto Bersaudara masih menunggu telepon dari pihak penyandera tujuh ABK mereka.

Komunikasi terakhir dilakukan pada kamis (23/6/2016) lalu. Dalam berkomunikasi, penyandera menggunakan bahasa tagalog, lalu menggunakan bahasa melayu.

"Mereka berganti-ganti nomor, jadi kami tidak bisa menghubungi, kami hanya dapat menunggu telepon dari mereka saja. Kami sempat berkomunikasi dengan mereka pada Kamis (23/6/2016) lalu. Di awal percakapan mereka menggunakan seperti bahasa tagalog, lalu lama kelamaan mereka gunakan bahasa melayu," ungkap Publik Eksternal PT PP Rusianto Bersaudara, Taufik Rahman, Jumat (24/6/2016).

Selain itu, dalam pembicaraan awal antara penyandera dengan perusahaan, penyandera mengaku berasal dari kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

"Pertama kami berkomunikasi, mereka mengaku berasal dari kelompok Abu Sayyaf. Tapi kami tidak bisa memastikan, biar pihak berwajib yang memastikannya," tambahnya.

Pihaknya sudah menyiapkan beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada penyandera. Pihaknya pun masih menunggu dihubungi kembali oleh para penyandera.

"Kami stand by menunggu telepon dari mereka, sambil aparat terus mencari tahu tentang kelompok ini, Yang jelas saat ini penyandera hanya ingin berkomunikasi dengan pihak perusahaan," tutupnya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved