Milisi Abu Sayyaf
Ini Dia Pengakuan Penyandera kepada Pihak Perusahaan
Pihaknya pun masih menunggu dihubungi kembali oleh para penyandera.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hingga saat ini, pihak perusahaan PT PP Rusianto Bersaudara masih menunggu telepon dari pihak penyandera tujuh ABK mereka.
Komunikasi terakhir dilakukan pada kamis (23/6/2016) lalu. Dalam berkomunikasi, penyandera menggunakan bahasa tagalog, lalu menggunakan bahasa melayu.
"Mereka berganti-ganti nomor, jadi kami tidak bisa menghubungi, kami hanya dapat menunggu telepon dari mereka saja. Kami sempat berkomunikasi dengan mereka pada Kamis (23/6/2016) lalu. Di awal percakapan mereka menggunakan seperti bahasa tagalog, lalu lama kelamaan mereka gunakan bahasa melayu," ungkap Publik Eksternal PT PP Rusianto Bersaudara, Taufik Rahman, Jumat (24/6/2016).
Selain itu, dalam pembicaraan awal antara penyandera dengan perusahaan, penyandera mengaku berasal dari kelompok bersenjata Abu Sayyaf.
"Pertama kami berkomunikasi, mereka mengaku berasal dari kelompok Abu Sayyaf. Tapi kami tidak bisa memastikan, biar pihak berwajib yang memastikannya," tambahnya.
Pihaknya sudah menyiapkan beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada penyandera. Pihaknya pun masih menunggu dihubungi kembali oleh para penyandera.
"Kami stand by menunggu telepon dari mereka, sambil aparat terus mencari tahu tentang kelompok ini, Yang jelas saat ini penyandera hanya ingin berkomunikasi dengan pihak perusahaan," tutupnya. (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tugboat-charles_20160624_103313.jpg)