TOPIK
Milisi Abu Sayyaf
-
Keduanya merupakan ABK terakhir yang dibebaskan, yakni pada tanggal 12 Desember kemarin.
-
Dua nelayan yang bekerja untuk perusahaan di Malaysia itu mengatakan mereka bersama kelompok militan Abu Sayyaf.
-
Abu Sayyaf meraup sedikitnya 353 juta peso (US$7,3 juta) sekitar Rp 95 miliar dari uang tebusan penculikan-penculikan dalam enam bulan pertama tahun i
-
Saat ini masih terdapat dua ABK lainnya yang masih disandera, yakni M Robin Piter dan M Nasir.
-
Ketiga WNI tersebut adalah Ferry Arifin asal Samarinda serta Edi Suryono dan Muhammad Mahbrur Dahri asal Sulawesi Selatan.
-
Untuk diketahui, saat ini masih terdapat dua ABK yang belum dibebaskan oleh Abu Sayyaf, yakni Robin Piter dan M Natsir.
-
Sedangkan tiga ABK nelayan milik perusahaan Malaysia, asal NTT telah dibebaskan oleh Abu Sayyaf.
-
Pasukan MNLF yang dirasa mengetahui medan pertempuran, mempunyai banyak peran penting dalam aksi penyelamatan tiga ABK sandera WNI tersebut.
-
Ketiga sandera dilepaskan pada Minggu pagi di Indanan, Sulu, Selatan Filipina.
-
Ketiga sandera yang dibebaskan yakni Lorens Lagadoni Koten (34), Teodorus Kopong Koten (42), dan Emanuel Arakian Maran (46) yang berasal dari NTT.
-
Menurut Ryamizard, baik Indonesia dan Filipina telah sepakat tidak menggunakan uang tebusan untuk membebaskan para sandera.
-
Warga Norwegia, Kjartan Sekkingstad, dan tiga ABK Indonesia, diserahkan kepada utusan pemerintah Filipina di kota Indanan, Pulau Jojo
-
Duterte menyebut ASG menyerupai dengan kelompok ekstrimis di Timur Tengah yang kerap kali melakukan serangan bom.
-
Sekkingstad diculik ketika sedang berada di sebuah resor di Pulau Samal, bulan September 2015,
-
Pria berusia 43 tahun tersebut merupakan penduduk asli Busbus, Jolo dan saat ditangkap sedang berada di Barangay Tigtabon, Zamboanga.
-
Dalam memerangi Abu Sayyaf, Presiden telah memerintahkan angkatan militer untuk menghancurkan kelompok teroris ini di Mindanao.
-
Pelaku penyanderaan kemudian diketahui melaju ke arah Alice Reef dan Pulau Bulubulu, Tawi-Tawi, Filipina.
-
Pada pertemuan tersebut Indonesia dan Filipina telah sepakat melakukan kerja sama untuk memastikan keamanan laut lepas.
-
Baku tembak berlangsung selama setengah jam. Usai pertempuran jumlah militan ASG yang terluka belum diketahui secara pasti.
-
Kelompok Abu Sayyaf memang telah lama terkenal kerap kali melakukan penculikan terhadap warga negara asing dan selanjutnya meminta uang tebusan.
-
"Mereka juga ingin ketemu Presiden, mau minta agar seluruh ABK segera dibebaskan, karena ini sudah sangat lama penyanderaan," ucap ibu Kapten Ferri.
-
Suara baku tembak jelas terdengar yang diluncurkan pihak militer di dalam Hutan Patikul untuk menjatuhkan ASG.
-
Abdul Muis akhirnya dapat mendengar langsung suara anaknya dan berbincang sekitar dua menit.
-
Bahkan, keluarga Kapten Ferri yang berada di Jakarta juga turut hadir guna mengirimkan doa.
-
Dana ini akan mengalir demi membiayai perlengkapan Angkatan Bersenjata Filipina.
-
Dalam satu kesempatan MNLF pernah bernegosiasi untuk melakukan pembebasan sandera asal Indonesia dan Malaysia.
-
Kendaraan lapis baja ini kemudian akan dikirim menuju kawasan Barangay Cabatangan lokasi kamp Angkatan Laut berada.
-
Kelompok Abu Sayyaf telah lama membuat keonaran dengan menyandera warga negara asing, memenggal para sandera dan meminta uang tebusan yang tinggi.
-
Selain itu ia juga tidak setuju dengan kabar yang beredar yang menyatakan Filipina akan meminta bantuan dari sekutu asing.
-
Di sisi lain, perusahaan tempat para ABK bekerja pun terus berkomunikasi dengan kelompok penyandera.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved