Pascapenutupan Lokalisasi
PSK Berkeliaran, DPRD Segera Panggil Dinas Sosial dan Sapol PP
Hanya saja, saat itu saya melihat kita ini belum siap. PSK belum diberi pembekalan, jaminan hidup belum diberikan, dan lainnya.
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dampak penutupan lokalisasi serentak di Kaltim awal Juni lalu kini mulai terlihat. Para Pekerja Seks Komersil (PSK) yang kehilangan tempat mencari nafkah mulai menyasar masuk kota.
"Ada di kos, home stay, hotel melati dan tempat lain. Ini dari informasi yang saya terima," kata Laila Fatihah, Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Jumat (22/7/2016).
Laila mengaku sudah memeringatkan mengenai dampak masuknya PSK sebelum penutupan lokalisasi dilakukan.
"Saya sepakat dengan penutupan lokalisasi. Hanya saja, saat itu saya melihat kita ini belum siap. PSK belum diberi pembekalan, jaminan hidup belum diberikan, dan lainnya," kata Laila.
Karena diyakinkan semua sudah siap, akhirnya penutupan lokalisasi dilakukan serentak. "Waktu itu ya kita serahkan saja ke Gubernur jika memang merasa siap," kata Laila Fatihah.
BACA JUGA: Lokalisasi hanya Dijadikan Tempat Menginap, PSK Beralih ke Jalanan
Kini persoalan baru yang lebih pelik harus dihadapi pemerintah. "Kalau di lokalisasi tentu lebih mudah mengawasi. Tapi kalau tersebar dan tersembunyi begini kan lebih sulit," sesalnya.
Penutupan lokalisasi, lanjut Laila, sangat bernilai positif. Namun, Laila meyakini proses penutupan tidak bisa dilakukan secara instan.
"Prosesnya tidak instan. Kita harus lebih bijaksana melihat persoalan ini. Kalau sudah seperti ini kan jadinya serba salah," ujarnya.
Untuk menyikapi persoalan baru ini, Komisi IV akan segera memanggil Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP Samarinda.
BACA JUGA: PSK Masih Berpraktik di Lokalisasi karena Masih Terbelit Utang
Keterangan menyeluruh dari dua instansi ini, menurut Laila, sangat diperlukan untuk mengambil solusi dari persoalan baru tersebut.
"Senin pekan depan kita panggil instansi terkait soal ini. Kita mau dengar program apa yang sudah dikerjakan Dinsos pascapenutupan lokalisasi ini. Sudah sejauh apa PSK dibekali keterampilan. Kemudian masalah uang yang dijanjikan seperti apa. Begitu pula Satpol PP karena erat kaitannya dengan penertiban," tegasnya.
Laila berharap semua proses yang menghambat pemulangan PSK ke daerah asal, bisa segera terselesaikan. "Harus cepat ditangani biar tidak melebar. Makanya kita akan panggil Dinsos dan Satpol PP," tuturnya. (*)
***