Obesitas

Hati-hati, Obesitas pada Anak Ternyata Berasal dari Anggapan Keliru Orangtua

Alhasil, tubuh si kecil jadi "kelewat" sehat dan bahkan mengalami obesitas. Apa saja kesalahan orangtua, dan bagaimana memperbaikinya?

Editor: Amalia Husnul A
DailyMail
Bayi obesitas 

TRIBUNKALTIM.CO - Namanya saja orang tua, tentu maunya memberi hanya yang terbaik bagi buah hati.

Celakanya, meski sudah paham betul mengenai pentingnya makanan bergizi dan olah raga, tetap saja banyak orang tua yang tidak tahu, apa yang harus mereka lakukan.

Alhasil, tubuh si kecil jadi "kelewat" sehat dan bahkan mengalami obesitas. Apa saja kesalahan orangtua, dan bagaimana memperbaikinya?

1. "Dia Enggak Gemuk, Kok!"
Ini merupakan pernyataan yang cenderung berkesan menyangkal. Banyak orang tua tidak mau jujur terhadap diri sendiri mengenai berat badan anaknya. Mereka menutup mata terhadap masalah yang dihadapi anak.

BACA JUGA: Bocah Berbobot 189 Kg itu Akhirnya ditangani 13 Dokter Spesialis

Padahal, obesitas dapat menurunkan rasa percaya diri anak.

Yang harus dilakukan:
Cari tahu berat badan yang ideal untuk anak Anda. Bandingkan antara bobot si kecil saat ini dengan yang seharusnya. Lakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

2. "Dulu Saya Juga Begitu"
Ingat, lo, penelitian membuktikan, anak-anak yang mengalami obesitas, saat dewasa juga menjadi obesitas. Pada kenyataannya, tidak ada anak yang mau menjadi gemuk.

Yang harus dilakukan:
Tak perlu menyuruh anak melakukan diet ketat, tetapi Anda perlu memberi dan menyuruh anak mengonsumsi makanan bergizi serta melakukan olahraga yang dapat membantu mereka tumbuh dengan sehat.

Menurunkan berat badan tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Mengubah kebiasaan dan gaya hidup seseorang ataupun suatu keluarga tidaklah mudah, terutama bila perasaan anak yang obesitas dipertaruhkan.

BACA JUGA: Begini Cara Mencegah Anak Agar Tidak Kegemukan Berlebihan

Orang tua harus menyusun rencara dan harus tekun serta kerja keras.

Berita baiknya adalah bahwa masa yang paling mudah untuk memonitor anak-anak tersebut adalah antara usia 4 - 12 tahun.

Yaitu masa di mana mereka tumbuh dan kegiatan serta pola makan mereka masih tergantung dari orang tuanya.

3. "Sudah Dicoba Berbagai Cara"
Banyak orangtua yang mudah menyerah. Mereka mencoba sesuatu tetapi biasanya bukan sesuatu yang tepat dan benar. Lalu mereka menyerah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved