TribunKaltim/

Kuliner

Mi Koclok, Sajian Mie dengan Kuah Santan yang Menggoyang Lidah

Kuah Mi Koclok ini putih kental, sangat asyik dihirup hangat-hangat di malam hari. Isinya pun mengundang selera, terdiri dari potongan telur rebus

Mi Koclok, Sajian Mie dengan Kuah Santan yang Menggoyang Lidah
SUTIONO GUNADI/KOMPASIANA
Kuah Mi Koclok ini putih kental, sangat asyik dihirup hangat-hangat di malam hari. 

TRIBUNKALTIM.CO - Selain Nasi Jamblang, masih ada Nasi Lengko, Empal Gentong, serta Mi Koclok jadi kuliner khas Cirebon yang "haram" dilewatkan untuk disantap saat berwisata ke daerah ini. Terutama Mi Koclok, karena di beberapa daerah Indonesia juga terkenal dengan ragam sajian mi dengan citarasa unik masing-masing.

Kuah Mi Koclok ini putih kental, sangat asyik dihirup hangat-hangat di malam hari. Isinya pun mengundang selera, terdiri dari potongan telur rebus, ayam suwir, dan irisan toge, kol, serta daun bawang.

"Kuahnya memang beda dengan Bakmi Jawa atau mi khas dari daerah lainnya. Ini pakai tepung maizena dan santan," ujar Maryati (55), warga Cirebon, seraya menikmati makanan khas tersebut di sebuah kedai di Jl Tentara Pelajar, Cirebon, Kamis (31/3/2016) lalu.

baca juga : Bingung Cari Makan Siang? Coba Dulu Gado-gado Goreng Nan Lezat Ini

Memang, lanjut dia, setiap sudut kota ini hampir didominasi oleh penjual Nasi Jamblang, Empal Gentong atau Nasi Lengko. Umumnya kedai Mi Koclok, terutama di kedai-kedai pinggir jalan, baru dibuka sejak pukul 6 sore hingga tengah malam.

Bagi yang pernah menikmati Bakmi Jawa khas Yogyakarta atau Mi Cakalang asal Manado, pasti akan merasakan "perbedaan" ketika menikmati Mi Koclok ini. Atau, Anda yang pernah lekat dengan nikmatnya Mi Kocok khas Bandung, juga akan ngeh dengan perbedaan lezatnya mi asal Cirebon ini.

Ya, Mi Koclok semakin memperlihatkan, bahwa Cirebon punya warna tersendiri dalam kekayaan mi tradisional dari seluruh penjuru Nusantara. Hadir untuk menegaskan bahwa Mi Koclok punya tempat untuk dipromosikan di antara "saudara-saudaranya" yang sudah lebih dulu dikenal dengan nama Bakmi Jawa, Mi Cakalang, Mi Kocok, atau Mi Celor asal Palembang.

Festival Cirebon

Pekan lalu, tepat di pengujung Maret, Keraton dan Pemerintah Daerah Cirebon menggelar 'Festival Pesona Cirebon'. Menampilkan beragam seni budaya Cirebon, pilihan kuliner jadi salah satu yang paling dipromosikan di acara ini.

"Dalam berpromosi, kami (Cirebon) memang ketinggalan 20 atau 30 tahun dibandingkan Yogyakarta, Bali atau kota-kota lain yang sudah menjadi tujuan wisata. Untuk itu, strategi kami ke depan adalah penataan ulang obyek wisata, menata perkotaan, serta menanamkan konsep sadar wisata ke masyarakat Cirebon. Ketiga strategi ini kami dorong lewat festival
semacam ini," ujar Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Arief Natadiningrat.

Halaman
12
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help