Pangdam Khawatirkan Ormas Pemuda yang Sering Berkelahi
"Ormas pemuda menyimpang dari tujuan dan azas organisasi. Mau dahulu-dahuluan. Berkelahi. Sebagai contoh sering terjadi di Medan," ungkapnya.
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Johny L Tobing menganggap pemuda itu penerus bangsa penentu kemajuan bangsa, namun ironisnya ada pemuda yang menyimpang dari jalur.
Satu di antaranya, organisasi masyarakat (ormas) berbasis pemuda sangat bertolakbelakang dengan kenyataan yang dicita-citakan sebagai pembaharu dan pembawa kebaikan.
Kata Johny, masih ada ormas pemuda lebih banyak berkelahi melakukan perusakan, membuat keresahan di tengah masyarakat.
Baca: Coffee Morning Kedua, Pangdam Bahas 4 Pilar Kebangsaan
"Ormas pemuda menyimpang dari tujuan dan azas organisasi. Mau dahulu-dahuluan. Berkelahi. Sebagai contoh sering terjadi di Medan," ungkapnya dalam acara silaturahmi di Aula Makodam VI Mulawarman, Kota Balikpapan, Jumat (9/9/2016) pagi.
Selain itu, saat terjadi percekcokan antar pemuda dipastikan membawa kelompoknya dengan dibumbui simbol-simbol agama dan suku. Akibatnya terjadilah kerusuhan massal yang berat, merugikan masyarakat banyak.
Baca: Legislator Senayan Temui Pangdam, Bahas Apa Ya?
"Model itu jiwa korsa yang sempit. Tidak bagus dicontoh," ungkapnya yang beberapa minggu yang lalu sempat ke lokasi terpencil Desa Long Bulan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Karena itu, penting bagi siapa saja, semua warga negara Indonesia untuk menjalankan gaya hidup kebersamaan dalam perbedaan itu indah sekali. "Yang harus terus kita kembangkan," tegasnya. (*)