TribunKaltim/

Kuliner

Lezatnya Nasi Padang Tiada Duanya, Ini Rumah Makan yang Wajib Dicoba

Ia mencicipi nasi padang ketika berada di Jakarta. Menurut dia, itu makanan terenak yang pernah dicicipinya selama di Indonesia.

Lezatnya Nasi Padang Tiada Duanya, Ini Rumah Makan yang Wajib Dicoba
KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI
Seporsi nasi rendang di Rumah Makan Si May dihargai Rp 25.000, termasuk es teh manis. 

TRIBUNKALTIM.CO -- Tak hanya orang Indonesia yang gemar menyantap nasi padang. Ternyata, seorang pria Norwegia saking jatuh cintanya dengan kenikmatan nasi padang, akhirnya menciptakan sebuah lagu bertajuk "Nasi Padang".

Dalam blognya, kvitland.com, Kvitland menuturkan ia berada di Indonesia selama tiga minggu pada musim panas lalu. Ia menyebut pengalamannya itu sebagai perjalanan terbaik selama ini.

"Sebuah negeri dengan pemandangan alam yang mengagumkan, koral berwarna-warni, penduduknya yang ramah, dan makanannya sangat lezat," Audun menulis dalam blognya.

Ia mencicipi nasi padang ketika berada di Jakarta. Menurut dia, itu makanan terenak yang pernah dicicipinya selama di Indonesia.

Baca: Pernah Bertanya Ini, Kenapa Porsi Nasi Padang Kalau Dibungkus Lebih Banyak?

Nah, sambil mendengarkan dendang "Nasi Padang", mari nikmati rendang, gulai gajebo, dan aneka lauk lainnya di rumah makan padang rekomendasi KompasTravel berikut ini. Ada 3 rumah makan padang di Jakarta yang bisa jadi pilihan:

Rumah Makan Sepakat

Lokasinya di sebuah bangunan berlantai tiga di samping Blok M Square, Jakarta Selatan. Tepat di atas toko arloji, terdapat spanduk bertuliskan "RM Sepakat". Berlatar kuning dengan deretan huruf warna merah. Sangat khas Minang.

Rumah makan ini sudah adalah salah satu rumah makan padang tertua di Jakarta. Pertama kali buka di Panglima Polim, tahun 1967. Awalnya seperti warung, jual kue-kue dan nasi bungkus. Kemudian pindah ke Blok M tahun 1969, baru menjadi rumah makan Padang.

Hidangan andalannya adalah gulai gajebo, alias gulai sandung lamur asam padeh adalah salah satu lauk otentik khas Padang yang keberadaannya 'terancam punah' di Jakarta.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help