Jumat, 10 April 2026

Perayaan Imlek

Tahun Ayam Api, Tantangan Semakin Sulit Perlu Kerja Keras dan Integritas

Klenteng yang beralamat di Jalan Bukit Niaga, Kelurahan Klandasan Ilir ini tidak pernah sepi selama mendekati Imlek.

Penulis: tribunkaltim |
TRIBUN KALTIM/ARIDJWANA
Aksi barongsai dan fire roaster di Hotel Blue Sky, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (27/1/2017). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Budi Susilo dan Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menjelang tengah malam, Klenteng Guang De Miao, Balikpapan mulai ramai didatangi beberapa jemaat yang melakukan ibadah menyambut Imlek, Jumat (27/1/2017).

Klenteng yang dibangun tahun 1950-an ini menjadi titik ibadah Imlek warga penganut kepercayaan Kong Hu Cu yang ada di seluruh Balikpapan dan sekitarnya.

Pengamatan Tribunkaltim.co sejak sekitar pukul 16.00 Wita, sejumlah personel Gegana Brimobda Kaltim menyisir klenteng ini yang hasilnya dinyatakan bersih dari ancaman teror bom.

Klenteng yang beralamat di Jalan Bukit Niaga, Kelurahan Klandasan Ilir ini tidak pernah sepi selama mendekati Imlek.

Satu di antara jemaat yang melakukan ibadah Imlek ialah Selly Paraten. Datang bersama kedua temannya Yana dan Iren. Mereka tampak melakukan ibadah Imlek sangat khusuk.

Jemaat melakukan doa hikmat kepada 25 dewa-dewi yang berada di bagian depan ruangan dalam kelenteng yang ditaruh di meja, yang juga dilengkapi aksesori buah-buahan jeruk dan apel, serta makanan di antaranya kue pia dan bakpao yang dijadikan simbol persembahan bagi dewa-dewi.

Baca: VIDEO - Warga Tionghoa Samarinda Rayakan Imlek Bersama Keluarga

Baca: VIDEO – Gegana Sisir Klenteng Guang De Miao Kota Balikpapan Jelang Ibadah Imlek

Baca: Polisi akan Kawal Rangkaian Perayaan Imlek, Bakal Ada Pertunjukan Barongsai dari Rumah ke Rumah

Selly mengungkapkan, pelaksanaan ibadah Imlek diharapkan memberi nilai kebaikan. "Tahun ini bisa hidup lebih baik lagi dari sebelumnya," katanya kepada Tribunkaltim.co usai beribadat.

Tidak hanya itu, Iren, jemaat yang memiliki shio yang sama dengan tahun ini yakni Ayam sebenarnya merasa was-was, sebab berdasarkan kepercayaan Tiongkok, shio yang sama dengan tahun kelahiran akan mendapat ketidakberuntungan.

"Banyak yang bilang shio Ayam ketemu tahun Ayam Api akan bernasib kurang baik. Tapi bisa diubah nasibnya dengan syarat mesti melepas binatang seperti ikan atau burung. Itu saja yang saya tahu," ungkap perempuan kelahiran Samarinda ini.

Iren tidak lupa melakukan juga Tjiam Si sebuah prosesi mengocok sumpit bambu. Adegan ini ingin melihat ramalan ke depan, baik itu rezeki, kesehatan, maupun percintaan.

"Rumah tangga dan anak-anak bisa sukses diberi kesehatan. Pokoknya yang baik-baik," kata wanita berambut pirang ini.

Senada, Hindro Arie Wijaya, Ketua Klenteng Guang De Miao, makna Imlek sebuah momen harapan supaya kehidupan bisa lebih baik di masa-masa tahun ini. Jauh lebih baik dari sebelumnya. Harapan terbesar kehidupan berbangsa dan bernegara bisa tentram aman, damai, sentosa.

Soal tahun Ayam Api, menurut astrologi Tiongkok dipercaya sebagai tahun yang diisi dengan nilai-nilai moral seperti integritas. Selama ini banyak orang terjebak dengan kebohongan.

Tanpa integritas banyak terjangkit penyakit korupsi. Karena itu perlu sebuah kejujuran sebagai modal utama bekal kehidupan. Pijakan kesuksesan dimulai dari kejujuran.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved