TribunKaltim/

OTT Polda Kaltim di Komura

Walikota Samarinda Diperiksa Enam Jam, Ditanyai Penyidik Sampai Dini Hari

Sabtu pagi, Jaang sebenarnya sudah diperiksa penyidik gabungan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Kaltim.

Walikota Samarinda Diperiksa Enam Jam, Ditanyai Penyidik Sampai Dini Hari
psp.tpkpalaran.co.id
Terminal peti kemas Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang ikut terseret kasus dugaan praktik pungutan liar yang terjadi di Pelabuhan Peti Kemas, Samarinda, Kalimantan Timur.

Sabtu (18/3/2017) sekitar 20.00 Wita, dirinya diperiksa oleh Penyidik Polri di Mako Brimob Samarinda hingga Minggu (19/3/2017) sekira 02.00 Wita.

"Walikota (Jaang) sudah diperiksa sampai jam 2 pagi," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana didampingi Kasubdit Tipidkor Polda Kaltim AKBP Winardi, Minggu (19/3/2017) sekitar 15.00 Wita.

Selama 6 jam di Mako Brimob, penyidik menggali seputar SK yang diterbitkan Wali Kota terkait pungutan biaya menuju jalan masuk TPK Palaran yang dikelola Koperasi Pemuda Demokrasi Indonesia Bersatu (PDIB).

Sabtu pagi, Jaang sebenarnya sudah diperiksa penyidik gabungan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Kaltim.

Namun berhubung harus menemani rombongan Menteri Perhubungan yang melawat ke Kota Tepian, pemeriksaan dilanjutkan pada malam harinya.

(Baca juga: BREAKING NEWS - Kasus Pungli Terminal Peti Kemas Palaran, Sekretaris Komura Jadi Tersangka )

"Intinya saat ini masih proses lanjut pengembangan," ujar Winardi saat dihubungi melalui saluran telepon.

Pemberitaan sebelumnya, Jaang mengaku telah selesai menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Mabes Polri di Mako Brimob Samarinda Seberang, Sabtu (19/3/2017) sekitar pukul 10.00 Wita.

Usai pemeriksaan, Jaang langsung bergegas ke Bandara Temindung, Samarinda untuk menyambut kedatangan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Jaang mengaku senang diperiksa terkait kasus tersebut. Namun ia mengelak SK yang ditandatanganinya itu terkait pungutan liar.

"Saya menghormati statment Kapolda. Saya senang diperiksa karena bisa menjelaskan. Intinya, SK itu hanya untuk parkir. Tidak ada untuk pungutan masuk," katanya kepada awak media di Bandara Temindung, Sabtu (19/3/2017) pukul 15.00 Wita.

Ja'ang mengungkapkan pemeriksaan terhadap dirinya belum selesai. Ia masih akan kembali diperiksa Bareskrim Polri.

"Pemeriksaan belum selesai karena tadi saya harus ikut menyambut Pak Menteri. Yang jelas SK itu biasa untuk mengatur parkir. Ya iyalah, masa Walikota keluarkan SK soal pungutan liar?," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help