TribunKaltim/

Zulkifli Hasan: Tak Usah Lagi Kerahkan Massa Saat Vonis Ahok

"Kan ini sedang mau diputus. Enggak usah lagi mengerahkan massa menurut saya," kata Zulkifli saat ditemui di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR RI.

Zulkifli Hasan: Tak Usah Lagi Kerahkan Massa Saat Vonis Ahok
(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/5/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Zulkifli Hasan mengimbau masyarakat untuk tidak mengerahkan massa berunjuk rasa saat vonis kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias  Ahok.

Sidang pembacaan vonis kasus tersebut dijadwalkan pada 9 Mei mendatang.

"Kan ini sedang mau diputus. Enggak usah lagi mengerahkan massa menurut saya," kata Zulkifli saat ditemui di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Zulkifli menyatakan, pengerahan massa cukup pada aksi simpatik 55 yang digelar Jumat (5/5/2017) kemarin.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menyerahkan putusan kasus Ahok ini kepada pengadilan.

Baca: Lewati Celah Kawat Berduri, Perwakilan Massa Aksi 55 Temui Hakim MA

Baca: Long March Aksi 5 Mei Batal, 10 Delegasi Dikirim Sampaikan Aspirasi ke MA

"Sudah banyak energi kita yang habis, yang terakhir kemarin. Nanti kalau enggak puas, bisa banding," ujar Zulkifli.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut agar Ahokdihukum 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Jaksa menilai Ahok melanggar Pasal 156 KUHP. Adapun Pasal 156 KUHP itu berbunyi, "Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500".

Saat aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 5 Mei kemarin, terdengar seruan agar massa berunjuk rasa saat vonis sidang Ahok berlangsung. (*)

Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help