TribunKaltim/

Pramugari Pukul Kepala Penumpang Pria Pakai Botol Anggur, Ternyata Ini Sebabnya

Akibat masalah itu, pilot memutuskan untuk kembali ke bandara dan dua penumpang dirawat akibat wajah mereka luka terkena pukulan.

Pramugari Pukul Kepala Penumpang Pria Pakai Botol Anggur, Ternyata Ini Sebabnya
Washington U.S. Attorneys Office/Mirror
Beginilah kondisi kacau di kabin Delta Airlines akibat perkelahian setelah kru pesawat dan sejumlah penumpang berusaha mencegah seorang penumpang yang berusaha membuka pintu darurat pesawat. 

TRIBUNKALTIM, SEATTLE - Sebuah peristiwa luar biasa terjadi di dalam kabin penumpang maskapai penerbangan Delta Airlines yang menuju ke China pada Jumat (7/7/2017).

Pesawat Boeing 767-300 itu terpaksa mendarat kembali dua jam setelah terbang karena seorang penumpang berusaha membuka pintu darurat pesawat itu.

Menurut FBI, insiden itu berawal ketika Joseph Daniel Hudek IV (23) asal Tampa, Florida berjalan menuju pintu darurat pesawat yang berada di bagian depan kabin penumpang dan mencoba membukanya.

Melihat hal tersebut, kru kabin berusaha mencegah perbuatan berbahaya Hudek yang berujung pada pergumulan dengan pemuda yang menjadi penumpang di kelas satu itu.

Baca: Selalu Tampil Menawan saat Bekerja, Berapa Sih Sebenarnya Gaji Pramugari di Indonesia?

Namun, melumpuhkan Hudek bukan persoalan mudah. Pemuda itu berulang kali memukul kru kabin dan penumpang yang berusaha mencegahnya membuka pintu darurat.

Bahkan setelah seorang pramugari memukul kepala Hudek dengan menggunakan botol anggur, Hudek tetap melanjutkan perlawanan.

Pemuda itu akhirnya bisa dilumpuhkan dan diikat setelah beberapa penumpang ikut bergabung membekuk Hudek. Namun, dia masih sempat menurunkan gagang pintu darurat pesawat.

FBI tidak membeberkan apa yang menyebabkan pemuda itu mengamuk. FBI hanya menyebut, Hudek meminum segelas bir tetapi tak menunjukkan tanda-tanda mabuk.

Namun, dalam pergumulan dengan kru dan penumpang Hudek terdengar berteriak-teriak.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help