Lapaknya Dibongkar, Ibu-ibu Pedagang Ini Menangis Histeris dan Pingsan
Di lapak, sejumlah ibu-ibu menggunakan jilbab dengan penutup wajah membangun barikade berhadapan dengan petugas pria.
TRIBUN KALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tangis dan kumandang takbir mengiringi pembongkaran puluhan lapak pedagang kaki lima di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Selasa (1/8/2017).
Hari ini adalah batas waktu akhir yang diberikan PT Pelindo IV bagi pedagang di kompleks pelabuhan menempati lapak mereka. Setelah beberapa bulan negosiasi.
Sekitar pukul 09.10 Wita, usai menggelar apel, aparat gabungan langsung bergerak melakukan pembongkaran tepat di samping pelabuhan.
Di lapak, sejumlah ibu-ibu menggunakan jilbab dengan penutup wajah membangun barikade berhadapan dengan petugas pria yang hendak membongkar lapak mereka.
Beberapa pedagang berusia lanjut ikut dalam barisan.
Baca: Waduh. . . Dobrak Rumah Orang, Pencuri Ini Minum Sampanye dan Langsung Ketiduran
Adu argumentasi berlangsung sengit. Seorang pedagang perempuan dengan penutup wajah langsung meronta sekuat tenaga meminta lapak jangan dibongkar.
"Tembak saja saya pak, tembak. Kami ini orang kecil. Kami bukan teroris," kata ibu itu.
Teriakan ibu tadi menyulut keberanian rekan mereka sesama pedagang perempuan.
Baik aparat maupun pedagang sama-sama berkeras. Seketika takbir berkumandang.
"Allahu akbar, Allahu akbar," seru ibu-ibu pedagang sambil menangis berontak.
Petugas Satpol PP memilih mundur untuk menghindari bentrok fisik yang tak diinginkan. Tak berapa lama, pasukan polwan dikerahkan menghadapi para ibu itu.
Adu argumentasi kembali terjadi, negosiasi meminta ibu tadi pindah gagal.
"Maju, sudah gak bisa lagi. Maju," seru Polwan berpangkat balok dua di pundaknya, yang ditugaskan memimpin negosiasi dengan ibu-ibu.
Polisi langsung bergerak mengevakuasi massa perempuan yang menduduki, beberapa dari mereka terpaksa digendong petugas.
Ada juga meronta dan pingsan saat digandeng keluar arena pembongkaran. (*)