Kisah Anggota Pasukan Elit, Bernyali di Medan Perang tapi Meleleh Hatinya Ingat Keluarga

Bertugas di daerah konflik pada masa itu mengharuskan dirinya siap adu tembak dengan kelompok militan Aceh.

TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Serka Giatna selaku Rope Master Kopaska memberikan arahan kepada anggotanya sesaat sebelum melakukan latihan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kala itu di Desa Kuala Langsa, Aceh Timur malam tiba.

Mengenakan baju tempur dengan persenjataan lengkap, Serka Giatna salah seorang anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL bersama rekannya menyusur rawa dangkal yang memisahkan pulau-pulau kecil.

Suara rentetan tembakan dari kelompok militan masih bisa digambarkan dengan jelas olehnya saat berbincang dengan media ini.

Bertugas di daerah konflik pada masa itu mengharuskan dirinya siap adu tembak dengan kelompok militan Aceh.

Misi mereka selain menemukan markas atau persembunyian kelompok militan tersebut, juga untuk membredel persenjataan musuh.

"Misi di Aceh, menjadi yang terlama bagi saya. Sekitar setahun di sana," bebernya.

Baca: Angelina Jolie dan Brad Pitt Bakalan Rujuk?

Tergabung dalam Satgas bernama Bajul Rowo di Aceh, timnya kala itu mampu menyita sekitar 800 pucuk senjata api milik militan Aceh.

Usai berhasil meredam kekuatan lawan, biasanya kelompok militan tersebut melarikan diri ke tempat lain.

Mereka mempunyai banyak sel tidur.

Saat itulah Kopaska mengamankan senjata dari tempat persembunyian atau markas mereka.

Baca: Bakso Kelapa Muda, Hmmm. . . Sensasinya Emang Beda, Cobain Deh!

Kadang juga kelompok tersebut menyerahkan diri bersama dengan senjata yang mereka bawa.

Sebuah kebanggaan menjadi Satgas yang mampu mendapat senjata terbanyak kala itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved