TribunKaltim/

Santunan BPJS

Zainab Terharu Dapat Santunan Rp 162 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Saya tidak menduga santunan yang diberikan sebesar ini. Santunan yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi keluarga saya

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Rasa haru menghiasi ruangan Imbaya Kantor Walikota Tarakan, saat Zainab ahli waris atau istri dari almarhum Zulkifli, salah satu korban speedboat terbalik, memberikan sambutan di hadapan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Walikota Sofian Raga, Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antarlembaga BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Lubis usai menerima santunan sebesar Rp 162 juta dari BPJS Ketenagakerjaan, Jumat (11/8).

Zainab yang mengenakan hijab merah mengungkapkan, rasa terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan, termasuk gubernur dan walikota yang sangat peduli dan perhatian kepada dirinya, sebagai salah satu keluarga korban speedboat terbalik.

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas santunan yang diberikan ini. Saya tidak menduga santunan yang diberikan sebesar ini. Tentunya santunan yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi keluarga saya," ucapnya sambil menangis.

Zainab mengungkapkan, uang santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan akan disimpan dulu untuk digunakan keperluan pendidikan anak-anak dan kehidupan sehari-hari keluarganya. "Saya simpan dulu, karena kemarin saya juga dapat santunan dari Jasa Raharja dan uang santunan itu saya gunakan untuk biaya selamatan suami saya, dan keperluan lainnya," ujarnya.

Zainan mengaku, suaminya Zulfki adalah tulang punggung keluarga untuk menghidupi perekonomian keluarga. Melihat suami tercinta meninggal dunia akibat kecelakaan speedboat, ia sangat sedih karena suaminya pergi untuk selamanya.

Zainab masih ingat bagaimana detik-detik suaminya meninggal. Ketika peristiwa itu terjadi, ia masih berada di Pelabuhan Tengkayu I, karena habis mengantarkan suaminya berangkat menuju Tanjung Selor dengan menggunakkan speedboat.

"Waktu kejadian itu saya masih di pelabuhan. Saya melihat speedboat yang ditumpangi suami saya terbalik. Anak saya yang ikut bersama saya yang juga ikutan mengantar bapaknya, langsung ikutan sama orang-orang untuk membantu. Anak saya ikut menyelamatkan bapaknya waktu di laut," ujarnya.

Melihat kejadian ini, Zainab langsung histeris memanggil nama suaminya. Sampai akhirnya anaknya telepon dirinya untuk langsung ke rumah sakit. "Ternyata sampai di rumah sakit suami saya sudah meninggal dunia," ucapnya sambil menghapus air matanya.

Direktur Perluasan Kepersertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Lubis mengatakan, inilah manfaat bagi tenaga kerja yang ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, ia mengajak tenaga kerja yang ada di Kaltara untuk ikutan menjadi peserta.

"Kita punya santunan yang diberikan kepada ahli waris bagi tenaga kerja yang ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jadi bagi tenaga kerja yang belum ikut kepersertaan mulai saat ini untuk daftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena ada manfaatnya. Untuk premi yang dibayarkan juga dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing tenaga kerja," ujarnya.(*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help