Akses Jalan dari Tanjung Palas ke Tanjung Selor Dihiasi Lubang-lubang Besar

Beberapa jembatan lainnya masih terbuat dari kayu. Sebagian jembatan kayu ini juga kondisinya sudah sangat memprihatinkan

Penulis: Doan E Pardede | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Ilustrasi: Jalan berlubang 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Sulitnya akses jalan dari Kecamatan Tanjung Palas ke Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tanjung Selor, masih terus dikeluhkan warga. Pantauan Tribun baru-baru ini, sebenarnya sudah ada jalan sepanjang sekitar 5 Kilometer yang menghubungkan Kecamatan Tanjung Palas dan Kecamatan Tanjung Selor.

Hanya saja, kondisi jalan masih terbuat dari tanah dan lubang-lubang besar seperti kolam masih menghiasi sebagian besar badan jalan.

Di sepanjang jalan, juga terdapat beberapa jembatan. Salah satunya adalah jembatan besar yang ada di Desa Salimbatu, yang sudah lebih dari 8 tahun dikerjakan namun hingga kini belum tuntas.

Beberapa jembatan lainnya masih terbuat dari kayu. Sebagian jembatan kayu ini juga kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Sutrisno Syahdan, seorang warga Desa Salimbatu yang juga aktif di grup facebook Kabar Salimbatu kepada Tribun, Minggu (3/9) menuturkan, kondisi jalan saat ini sudah sangat tidak nyaman untuk dilalui. Bahkan saat ini sudah terkesan membahayakan.

Selain karena kondisi jalan semakin rusak, pengendara juga harus "bersaing" dengan truk-truk perusahaan yang belakangan lalu lalang di jalan tersebut. "Kemarin, ada warga Desa Salimbatu yang jatuh dari sepeda motor akibat lubang tersebut," ujar Syahdan.

Biasanya, kata Syahdan, dalam kondisi kering, butuh waktu sekitar 30 menit untuk mencapai Tanjung Selor. Jika hujan, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 1 jam, bahkan lebih.

"Nah, kalau pas habis hujan atau lagi hujan bisa sampai 1 jam, karena berhati-hati dengan genangan air yang penuh jebakan," jelasnya.

Dia berharap, pembangunan jalan ini mendapat perhatian dari Pemkab Bulungan. Selain demi kenyamanan, keberadaan jalan akses ini juga sangat penting untuk mendukung perekonomian warga di Kecamatan Tanjung Palas Tengah, khususnya di Desa Salimbatu.

"Kita berharap jalan poros dari Desa Salimbatu hingga ke Tanjung Selor bisa segera diperbaiki atau diaspal, mengingat akses tersebut sangat penting dalam menunjang ekonomi masyarakat setempat," harapnya.

Camat Tanjung Palas Tengah Khoirul yang dikonfirmasi pekan lalu mengaku sudah lelah berharap pada Pemkab Bulungan. Di berbagai kesempatan, keluhan warga ini menurutnya sudah sering disuarakan. Hanya sayangnya, dengan kondisi keuangan Pemkab Bulungan yang sangat terbatas saat ini, dia mengaku tak bisa berharap banyak.

"Sekarang ini bisa lebih dari 30 menit ke Tanjung Selor, kalau jalannya bagus saya rasa bisa menghemat sampai 20 menit," ujarnya.

Khusus untuk jembatan, baru-baru ini kata Khoirul, dia sudah mencoba alternatif lain yakni meminta bantuan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Tanjung Palas. Hasilnya, sudah ada 3 perusahaan yang memberikan respon postif. Namun seperti apa kontribusi masing-masing perusahaan, masih akan dibicarakan lebih lanjut.

Dia juga sudah meminta agar setiap perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Tanjung Palas bisa hadir di setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan. "Penyempurnaan itu yang kita minta dari perusahaan," katanya.(*)

Harus Koordinasi dengan Dinas PU
KELUHAN warga Tanjung Palas Tengah, khususnya yang tinggal di Desa Salimbatu, ternyata bukanlah hal baru bagi Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Syarwani. Selain hanya terbuat dari tanah, jalan yang sudah ada ini juga kerap tergenang air kala Sungai Kayan sedang pasang. "Kalau pasang, jalan itu juga kena," ujar Syarwani, akhir pekan lalu.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved