TribunKaltim/

Buruh Demo Karena Empat Bulan Gaji Terlambat

Kita tidak menuntut yang terlalu mengada-ada. Hanya hak normatif karyawan saja. Seperti soal gaji. Dalam empat bulan terakhir

Buruh Demo Karena Empat Bulan Gaji Terlambat
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Senin (4/9) pagi. Mereka meminta agar pemerintah membantu dalam penanganan masalah pekerja dengan pihak manajemen PT Multi Pasific International (MPI). 

> Ratusan Buruh Unjuk Rasa di Kantor Bupati Kutim

TRIBUNKALTIM.CO,  SANGATTA - Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Senin (4/9) pagi.

Mereka meminta agar pemerintah membantu dalam penanganan masalah pekerja dengan pihak manajemen PT Multi Pasific International (MPI).

Para pekerja menuntut perusahaan menghentikan aksi yang diduga penipuan pada seluruh pekerja. Ada 16 poin yang diajukan dalam aksi yang dipimpin Koordinator, Protus Donatus Kia. Satu di antaranya adalah mendesak Bupati Kutim agar segera memanggil Direktur Utama PT MPI, terkait dengan tanggung jawab atas terjadinya berbagai macam pelanggaran hak normatif. Seperti adanya keterlambatan pembayaran gaji sejumlah karyawan dalam empat bulan terakhir.

“Kita tidak menuntut yang terlalu mengada-ada. Hanya hak normatif karyawan saja. Seperti soal gaji. Dalam empat bulan terakhir, gaji sejumlah karyawan kerap terlambat. Selain itu, soal pemenuhan hak kesehatan. Kami minta agar pihak perusahaan segera mendaftarkan para pekerjanya yang belum mendapat fasilitas kesehatan, agar segera didaftarkan,” ungkap Protus.

Para pekerja, kata Protus, minta manajemen PT MPI tidak lagi hanya memberi janji-janji manis saja. Tapi segera merealisasikan apa yang menjadi hak para pekerja, sesuai aturan yang berlaku. Begitu juga dengan masalah-masalah perburuhan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan buruh langsung menyerahkan 16 poin tuntutan yang ditulis dalam selembar kertas pada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kutim, Darius Jiu Dian yang mewakili Pemkab Kutim.  

“Masalah ini sebenarnya sudah difasilitasi Disnaker Kutim dalam sebuah pertemuan antara pihak perwakilan buruh dengan manajemen PT MPI. Tapi untuk penyelesaian sejumlah tuntutan para buruh, terutama pembayaran gaji karyawan yang belum terbayarkan dalam empat bulan terakhir,” ungkap Darius. (*)
 

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help