Gizi Buruk 14 Kasus, Pemkab Belum Tetapkan KLB

Pemkab Nunukan hingga kini telah menemukan 14 kasus gizi buruk sepanjang tahun ini.

Gizi Buruk 14 Kasus, Pemkab Belum Tetapkan KLB
HO/Ramsidah
Novel Saputra, balita penderita gizi buruk yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit PT Nunukan Jaya Lestari. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pemkab Nunukan hingga kini telah menemukan 14 kasus gizi buruk sepanjang tahun ini.

Namun, tingginya angka tersebut tak membuat Pemerintah Kabupaten Nunukan menetapkan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Ramsidah beralasan, kasus yang ditemukan ini bukanlah kasus baru.

"KLB itu kalau murni gizi buruk yang tidak ada riwayat penyakit lain yang menyertai,” ujarnya, Jumat (8/9/2017).

Baca: Lagi, Pemkab Nunukan Temukan Kasus Gizi Buruk di Perusahaan Sawit

Baca: Marlon Absen di Laga Perdana Persiba di Stadion Batakan

Baca: Semangati Tim Kesayangan, Balistik Siapkan Koreografi

Baca: Suporter Timnas Indonesia Serbu Akun Instagram Kiper Filipina, Begini Balasannya

Baca: Fakta-fakta Pernikahan Laudya Cynthia Bella di Malaysia, Nomor 5 Tamunya Wajib Pakai Ini

Di Kabupaten Nunukan, kata dia, penderita gizi buruk diketahui memiliki beberapa riwayat penyakit.

“Dan ini sudah terjadi sejak 3 hingga 4 tahun lalu," ujarnya.

Dari 14 penderita gizi buruk dimaksud, 13 balita ditemukan di perkebunan kelapa sawit PT Bumi Siemanggaris Indah.

Sementara satu balita lainnya ditemukan di perkebunan kelapa sawit PT Nunukan Jaya Lestari.

"Kami akan datangi semua pemukiman penduduk wilayah terpencil, juga perusahaan. Kami targetkan wilayah kita sampai clean gizi buruk," katanya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved