TribunKaltim/

FORKADA PP DOB Terbentuk di Kaltim, Ini Tanggapan Anggota Komisi II DPR RI

Forum Komunikasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru seluruh Indonesia membentuk FORKADA PP DOB di Kaltim

FORKADA PP DOB Terbentuk di Kaltim, Ini Tanggapan Anggota Komisi II DPR RI
HO
Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI Komisi II 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Forum Komunikasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru seluruh Indonesia membentuk Forum Komunikasi Daerah Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (FORKADA PP DOB) di Kaltim. Timur. Seperti diketahui, Pemerintah telah menegaskan bahwa tahun 2017 ini tidak ada pembentukan DOB.

Anggota Komisi II DPR RI, Dapil Kaltim-Kaltara Hetifah Sjaifudian mengapresiasi pembentukan FORKADA PP DOB sebagai bentuk upaya masyarakat Kaltim meningkatkan kesejahteraan, pelayanan publik dan pembangunan melalui pembentukan daerah baru.

Baca: BREAKING NEWS - Soal Kabar Sanksi Laga Home, Ini Reaksi Manajemen Borneo FC

"Saya juga berterima kasih dengan Pemprov Kaltim yang telah memfasilitasi kegiatan FORKADA PP DOB," kata Hetifah.

Menurutnya, FORKADA PP DOB Kaltim merupakan bentuk komitmen dan keseriusan perjuangan membangun Kaltim melalui pembentukan daerah baru.

Meski pemerintah menutup kran pembentukan daerah, politisi Golkar ini tetap optimistis bahwa perjuangan calon daerah otonom baru di Kaltim akan menjadi perhatian pemerintah.

Baca: Terkuak, Ternyata Ini yang Membuat Jadwal Indonesia vs Thailand Dimajukan Tiga Jam

"Dalam beberapa kesempatan rapat di Komisi II dan Banggar DPR RI saya menyampaikan dan mendesak pemerintah untuk selektif terhadap DOB. Daerah Kaltim-Kaltara harus diperhatikan karena lokasinya yang strategis (daerah perbatasan)," ujarnya.

Terkait masalah pendanaan, Hetifah menyatakan seharusnya bukan menjadi alasan untuk menunda seluruh pembentukan daerah. Pemerintah semestinya bersikap selektif dalam pengambilan kebijakan untuk kepentingan nasional.

"Saya pernah sampaikan di hadapan para Menko agar pembentukan DOB di Kaltim-Kaltara dapat dipertimbangkan," tandasnya. (*)

Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help