Bupati Rita Tersangka, PKB Sebut Masih Terdaftar Bakal Cagub Kaltim

Perhelatan Musyawarah Kebangkitan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur dihadiri tiga bakal calon Gubernur Kaltim.

Penulis: Budi Susilo | Editor: Sumarsono
istimewa
Rita Widyasari 

TRIBUNKALTIM.CO.BALIKPAPAN - Perhelatan Musyawarah Kebangkitan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur dihadiri tiga bakal calon Gubernur Kaltim. Padahal yang mendaftar ada lima kandidat, termasuk Bupati Kukar yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kaltim Rita Widyasari.

Diungkapkan Syafruddin, Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKB Kaltim, gelaran Musyawarah Kebangkitan merupakan titik final mencari kandidat bakal calon yang akan diusung dan didukung PKB dalam Pilgub Kaltim 2018.

"Ibu Rita tidak hadir. Pak Isran juga tidak hadir. Kandidat yang hadir hanya tiga saja, yakni Rusmadi, Yusran dan Jaang," ungkapnya kepada Tribun di Hotel Platinum Kota Balikpapan pada Sabtu (30/9).

Baca: Putri AH Nasution Tak Setuju Rencana Pembuatan Film G30S/PKI Versi Milenial, Ini Alasannya

Ketika ditanya mengenai ketidakhadiran dua kandidat, Syafruddin tidak bisa mengungkapkan secara gamblang. Namun ada satu nama yakni Rita Widyasari yang saat ini telah berstatus sebagai tersangka KPK karena dugaan gratifikasi perizinan perkebunan di Kukar. Meski demikian, Rita dianggap masih masuk radar pilihan PKB Kaltim.

"Nama bu Rita belum terhapus, masih ada didaftar. Kami masih cantumkan dalam bakal calon. Ibu Rita sempat mendaftar. Walau statusnya jadi tersangka tidak kami hapus," ungkapnya.

Bagi dia, keterpilihan Rita Widyasari di PKB Kaltim sangat bergantung pengurus cabang. Seandainya nanti memang pengurus cabang ada yang memilih, dan sebagian besar menyuarakan ke arah Rita, bisa dipastikan bisa menjadi kandidat terpilih, bakal cagub Kaltim dukungan PKB.

Baca: Gara-gara tak Teliti Pamer Foto Tunangan, Semua Jadi Tau Wanita Ini Hamil Duluan Oleh Pacar

Bakal cagub Kaltim yang mendaftar ke PKB ada lima orang. Mereka ialah Rita Widyasari, Syaharie Jaang, Yusran Aspar, Isran Noor dan Rusmadi Sekprov Kaltim. Sementara yang mendaftar sebagai bakal cawagub ada empat, Rizal Effendi, Sofyan Hasdam, Makmur, dan Awang Ferdian. "Tadi dari bakal cawagub yang hadir hanya Pak Rizal saja," tuturnya.

Ia menjelaskan, proses musyawarah ini merupakan tahapan terkahir untuk penentuan bakal Cagub dan Cawagub Kaltim. Pengurus wilayah akan mendengar masukan dari pimpinan cabang. Penentuan sosok semuanya bergantung dari pengurus cabang.

"DPC akan menyampaikan pendapat satu persatu ke DPW. Semua bergantung pada pengurus DPC, ketertarikan pada sosok siapa yang didukung," katanya.

Baca: Mitra Kukar Raih Kemenangan Perdana Bersama Pelatih Baru

Pada prinsipnya, DPW tetap berpegang teguh pada garis organisasi dengan mengutamakan suara tingkat bawah, di tingkat 10 DPC dan dua badan otonom PKB.

Nantinya, keputusan DPC akan dilakukan secara terbuka. Sistem terbuka ini akan diketahui khalayak luas kemana DPC memilih. Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi, akan ketahuan pilihan DPC pada kandidat tertentu, baik bacagub maupun bacawagub. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved