TribunKaltim/

Daging Kerbau India Dipasok Resmi dari Jakarta Dijual Bebas

Pagi tadi petugas Karantina melakukan pemeriksaan administratif untuk kelengkapan dokumen dan melakukan pemeriksaan fisik atau kesehatan

Daging Kerbau India Dipasok Resmi dari Jakarta Dijual Bebas
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Daging kerbau merk Allana yang diamankan aparat di Nunukan. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Daging kerbau asal India kini bisa dijual secara bebas di pasaran di Kabupaten Nunukan. Namun daging kerbau tersebut bukan yang berasal dari Malaysia melainkan dipasok dari Jakarta.

Dokter Hewan Sapto Hudaya, Penanggungjawab Balai Karantina Tumbuhan dan Hewan Kelas II Tarakan Wilayah Kerja Nunukan menjelaskan, daging kerbau ini dipasok ke Kabupaten Nunukan secara legal.

"Pagi tadi petugas Karantina melakukan pemeriksaan administratif untuk kelengkapan dokumen dan melakukan pemeriksaan fisik atau kesehatan terhadap 2,3 ton daging kerbau yang dibawa KMP Manta," ujarnya Rabu (11/10).

Daging ini, kata dia, diimpor dari India melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pemasukan daging kerbau ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menstabilkan harga dan mencukupi kebutuhan daging rakyat Indonesia.

Pasokan daging kerbau merk A ini sudah dua kali didatangkan pengusaha daging Haji Tanga. Pengusaha lokal ini mengatakan, pemasukan daging dari Tarakan kedepannya akan lebih rutin lagi. "Daging tersebut akan dijual di Kabupaten Nunukan dengan kisaran harga Rp 80.000 - Rp 85.000 perkilogram," ujarnya.

Pemasukan daging kerbau ini diharapkan memutus pasokan daging serupa secara illegal dari Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia. Dengan begitu, masyarakat bisa beralih membeli daging yang resmi dan dapat dipastikan keamanan serta kesehatannya.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Haji Tanga. Ini merupakan upaya pembinaan bersama yang dilakukan oleh Karantina Tarakan Wilayah Kerja Nunukan, Polres Nunukan dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, " katanya.

Selama ini daging kerbau merk allana dimasukkan secara illegal dari Malaysia. Sehingga tak jarang, pasokan daging itu harus diamankan dan dimusnahkan aparat. Allana masih menjadi pilihan warga Nunukan karena harganya yang bisa mencapai Rp50 ribu perkilogram. Sementara daging sapi segar dijual hingga seharga Rp120 ribu perkilogram. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help