Polemik Transportasi Online

Pelaku UMKM di Balikpapan Galang Dukungan Agar Angkutan Online Tetap Beroperasi

Pas aksi (penolakan transportasi online) kemarin omzet cuma Rp 1,6 juta, biasanya Rp 2 juta. Banyak yang batalin pesanan

tribunkaltim.co/fachmi rachman
Aksi demo pengemudi ojek online, Kamis (12/10/2017). Kasat Intel Polres Balikpapan AKP Sarbini memberikan pernyataan di hadapan massa driver transportasi berbasis di kawasan Balikpapan Baru. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dukungan terhadap keberadaan moda transportasi online di Balikpapan terus mengalir.

Kali ini, sokongan muncul dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM) yang menjadi mitra beberapa sistem transportasi berbasis aplikasi daring tersebut.

Salah satunya, Mitra Yuana, pemilik usaha jajanan kue bolu dan risoles buatan rumahan bernama Good Bolu and Risoles.

Baca: Ada Razia Polisi, 2 PNS Cantik Berusaha Kabur Sambil Ucapkan Kata-kata Kasar, Lihat Videonya

Diakui Mitra, persaingan usaha mikro yang semakin kompetitif dewasa ini, mengharuskan pelaku bisnis bermodal kecil, pandai memutar otak memasarkan produk dengan biaya seefisien mungkin.

Beberapa item pengeluaran besar seperti sewa bangunan, promosi berbayar sampai ongkos kirim bisa ia pangkas setelah bekerjasama dengan sistem aplikasi transportasi online.

Salah satunya lewat kerjasama dengan aplikasi Go-Food milik Go-Jek yang menurut pengalamannya mengubah transaksi lebih efisien.

Baca: Hujan Deras Bikin Rumah Warga di Balikpapan Tertimbun Longsor

"Sebagai pelaku UMKM, saya tetap bisa memasarkan produk langsung diambil driver online dan bayar di rumah. Efisien sekaligus promosi,"ujar Mitra ditemui di areal ruko Balikpapan Baru, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kamis (12/10/2017).

Baik langsung maupun tidak, penjualan berbasis aplikasi ojek daring ini turut mendongkrak pendapatannya. Selain juga pemasaran lain melalui Twitter, Facebook atau Twitter.

Dalam sehari, rata-rata omzet kue bolu dan risoles yang ia rintis bersama suaminya mencapai Rp 2 juta.

"Peningkatan juga efisien. Kalau melalui antar online dan sosmed kita didatangi sama driver go jek, kita ga tahu siapa yang order jadi ga repot pasarin,"ujarnya.

"Kalau angkot apa mau masuk gang,dan pasti nambah biaya,"tambahnya

Baca: Barista Ini Bikin Kreasi Lukisan Latte Bentuk Kecoa 3D, Lihat Bentuknya Nyata Banget!

Gejolak pengendara transportasi online dan konvensional beberapa hari ini di Balikpapan, diakuinya turut menyumbang penurunan omzet usahanya yang sangat mengandalkan pengiriman ojek online tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved