TribunKaltim/

Pendamping Pasien Wajib Membayar Uang Jaminan

Jam besuk ini sudah kita sosialisasikan sejak Oktober 2017 dan saat ini sudah diberlakukan. Karena aturan ini baru dilakukan

Pendamping Pasien Wajib Membayar Uang Jaminan
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
JENGUK PASIEN - Keluarga maupun teman yang hendak mengunjungi pasien di RSUD Abdul Rivai diwajibkan untuk mematuhi aturan jam besuk, demi kenyamanan dan keamanan pasien. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Demi keamanan dan kenyamanan pasien serta pengunjung, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, Kabupaten Berau mulai memberlakukan aturan yang ketat kepada pengunjung rumah sakit, terutama pasien dan keluarga pasien yang sedang rawat inap.

Seperti yang disampaikan oleh Humas RSUD Abdul Rivai, Erva Anggriana. Menurut Erva, aturan ini baru diberlakukan mulai bulan Oktober kemarin, dan diakuinya, masih banyak pasien maupun keluarga pasien yang belum mengetahui aturan baru ini.

“Jam besuk ini sudah kita sosialisasikan sejak Oktober 2017 dan saat ini sudah diberlakukan. Karena aturan ini baru dilakukan, artinya ada perubahan, pasti ada pro dan kontra. Tapi perlu disikapi secara bijaksana oleh setiap lapisan masyarakat, kebijakan ini semata-mata untuk kebaikan bersama, baik untuk pasien, pendamping, pengunjung maupun petugas RSUD,” kata Erva.

Meski telah melakukan sosialisasi, namun masih banyak yang belum mengetahui, terutama pasien dan keluarga pasien yang berasal dari luar Kecamatan Tanjung Redeb.

Seperti diketahui, hanya ada dua rumah sakit yang beroperasi di Kabupaten Berau, termasuk Rumah Sakit Pratama Talisayan.

Praktis, RSUD Abdul Rivai menjadi satu-satunya rumah sakit yang menjadi rujukan dari seluruh Puskesmas dan RS Prtama. Pemberlakukan jam besuk ini merupakan bagian dari standarisasi akreditasi rumah sakit, sehingga, mau tidak mau, pihaknya menerapkan aturan ini.

Jam besuk atau jam kunjung pasien hanya berlaku pada siang hari pada pukul 11.00 Wita hingga 14.00 Wita dan sore hari pukul 16.00 Wita hingga 20.00 Wita.

“Tujuannya itu untuk menghormati hak pasien yang dirawat agar mendapat perawatan yg maksimal, Selain itu juga mempermudah petugas untuk mengontrol keamanan rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Erva, menggunjungi orang sakit merupakan budaya yang berakar kuat dan masih sering dilakukan. Namun di sisi lain, untuk menjaga ketenangan dan kenyamanan pasien yang akan dikunjungi maupun pasien lainnya maka waktu kunjungan harus dibatasi.

Kata Erva, ada beberapa aturan yang harus ditaati pengunjung. “Kunjungan harus dilakukan secara bergantian, tidak berbicara keras dan segera meninggalkan ruang perawatan bila jam kunjungan usai. Privasi pasien sangat penting bagi kami,” tambahnya.

Sementara, bagi keluarga yang mendampingi pasien, dibatasi maksimal hanya dua orang yang. Pendamping harus memiliki ID Card yang disediakan oleh RSUD. Jika ada keluarga pasien yang lain datang dan ingin membesuk, bisa bergantian sementara dengan pendamping. Karena hanya pendamping yang memiliki id card yg diperbolehkan mendampingi pasien d luar jam besuk.

“Id card bisa didapatkan di kasir. Berdasarkan kebijakan direktur, untuk mendapatkan id card ini pendamping diharapkan memberikan uang jaminan sebesar Rp 50 ribu. Uang jaminan ini akan dikembalikan saat pasien dipulangkan dan id card dikembalikan oleh pendamping,” jelasnya.

Penerapan uang jaminan ini semata-mata bertujuan agar keluarga pasien bisa ikut bertanggungjawab terhadap fasilitas rumah sakit. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan id card sering tak dikembalikan dengan alasan hilang.

Dengan diberlakukan pembayaran jaminan id card, diharapkan tidak ada keluarga pasien yang melanggar aturan, misalnya dengan mengumpulkan id card sebanyak-banyaknya sehingga pihak keluarga pasien melanggar jam besuk dan mencegah orang lain tanpa kepentingan, masuk ke fasilitas RSUD. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help