Edisi Cetak Tribun Kaltim
Cuaca Sering Mendadak Berubah, Warga Kaltim Waspada Angin Ekstrem Malam Hari
memasuki bulan Desember ini terjadi peningkatan kecepatan angin cukup signifikan di waktu-waktu tertentu.
Penulis: tribunkaltim | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM.CO - Tidak jauh berbeda dengan cuaca ekstrem yang terjadi di Pulau Jawa dan Sumatera akibat pengaruh siklon tropis Dahlia, wilayah Kalimantan Timur pun beberapa hari terakhir juga dilanda hujan disertai angin kencang dan petir.
Masyarakat Kaltim, khususnya di tiga daerah, yakni Balikpapan, Bontang, Sangatta, dan sebagian Kutai Barat diimbau ekstra waspada.
Cuaca ekstrem yang wilayah Balikpapan diprediksi masih akan terjadi dalam dua pekan ke depan. Potensi bencana yang paling rawan adalah banjir, gelombang tinggi, longsor, serta pohon tumbang.
Baca: Ramalan Kehidupan Artis di 2018, Bakal Ada Skandal Besar yang Terkuak
Beberapa hari ini, hujan disertai petir dan angin kencang terjadi pada malam hingga dini hari yang menyebabkan pepepohonan tumbang dan bangunan rusak
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, memasuki bulan Desember ini terjadi peningkatan kecepatan angin cukup signifikan di waktu-waktu tertentu.
Kepala Stasiun BMKG Balikpapan Ibnu Sulistyo mengatakan kecepatan angin beberapa hari ini bisa dikategorikan ekstrem. Selain itu, tren terjadinya angin kencang di Kaltim pada malam hingga dinihari.
Baca: Jarang Muncul di TV, Terry Putri Tiba-tiba Hadir dengan Kabar Bahagia
"Yang tadi malam (kemarin malam) itu kecepatan angin 36 knot. Itu masuk kategori ekstrem. Angin dengan kecepatan lebib dari 25 knot dikatakan ekstrem," katanya, Sabtu (2/12).
Jika kecepatan angin di atas normal, maka hal itu berkolerasi dengan tinggi gelombang laut di perairan Kaltim atau Selat Makassar. Kendati dari pengamatan BMKG gelombang di laut cukup stabil pada pagi hingga menjelang malam, namun bila cuaca mendadak berubah pada hari gelap hal itu mesti diwaspadai.
Secara umum tinggi gelombang laut di perairan Makassar hingga perairan Kaltim mulai dari 0,5 meter sampai 1 meter. "Namun kalau terjadi hujan awan tebal, awan kumulonimbus itu memicu tinggi gelombang secara tiba-tiba," ujarnya.
Baca: Bikin Takut, Sering Main HP Sebelum Tidur, Wanita Cantik Ditemukan Tewas di Ranjang
Ibnu menerangkan, bila kecepatan angin 20 knot saja gelombang di laut bisa mencapai 2 meter. Apalagi kecepatan angin di atas 30 knot bisa dibayangkan seberapa tinggi gelombang yang tercipta. Nelayan diminta waspada bila melakukan aktivitas di atas laut.
"Masih memungkinkan melaut tapi tetap waspada, bila terjadi cuaca mendadak ekstrem dipicu kecepatan angin yang tinggi. Wajib menambah peralatan safety di kapal," imbaunya.
Pemberitaan sebelumnya, BMKG Balikpapan memprediksi seluruh wilayah kabupaten/kota di Kaltim berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, terutama malam hari.