Edisi Cetak Tribun Kaltim
Cuaca Sering Mendadak Berubah, Warga Kaltim Waspada Angin Ekstrem Malam Hari
memasuki bulan Desember ini terjadi peningkatan kecepatan angin cukup signifikan di waktu-waktu tertentu.
Penulis: tribunkaltim | Editor: Januar Alamijaya
"Waspada potensi hujan lebat disertai petir di wilayah Penajam, Balikpapan, Samarinda, Tenggarong dan Tanjung Redeb pada malam hari," jelas Ibnu Sulistyo, Sabtu (2/12).
Baca: Tinggalkan Istri Demi Pelakor, Pria Ini Menyesal dan Tulis Curhat Panjang
Berdasarkan rilis prakiraan cuaca Kaltim yang berlaku pada Sabtu (2/11) hingga Minggu (3/12) pukul 08.00 Wita, di seluruh kabupaten/kota di Kaltim terdapat gambar awan hitam disertai lambang air hujan dan petir. Itu artinya daerah tersebut berpotensi hujan lebat disertai petir pada malam hari.
Lanjut Ibnu, menurut data BMKG umumnya pada Desember terjadi peningkatan curah hujan dan angin kencang.
"Tren waktu kejadian hujan dan angin kencang pada Desember hingga Februari, kecendrungan malam hingga dinihari. Trennya itu," ujarnya.
Dari seluruh wilayah Kaltim, BMKG menaruh atensi terhadap wilayah Berau, Kutim, Kukar dan Kubar. Lantaran wilayah tersebut bisa dibilang bakal diguyur hujan dengan intensitas tinggi dibanding daerah lainnya hingga Februari 2018.
"Sifat curah hujan di Balikpapan pada Desember di atas normal. Jadi juga tetap waspada," tuturnya.
Bila saat ini matahari masih bisa muncul pada pagi hingga siang hari, diprediksi Januari-Februari hujan akan merata.
"Kalau sekarang menjelang siang hujan reda, matahari muncul. Nanti pada Januari tertutup itu (sinar matahari). Sifat curah hujan di Desember, masuk kategori menengah," jelasnya.
Baca: Seorang Warga Desa Bakal Bergelimang Uang Setelah Temukan Batu Ajaib
Sekali lagi, Ibnu mengimbau agar masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem di Kaltim. Hindari berteduh di bawah pohon besar atau dekat papan reklame di jalan. Tidak lupa senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca BMKG daerahnya masing-masing.
Kasi Data dan Informasi BMKG Mulyono Leo Nardo menambahkan, fenomena yang terjadi di Balikpapan dalam beberapa hari terakhir adalah wajar. Hal itu terjadi setiap tahun ketika peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Hujan disertai petir dan angin kencang berpotensi tinggi, terjadi hingga dua pekan ke depan.
Berbeda dengan di Jawa dan Sumatra, hujan yang terjadi di Kalimantan bukan karena badai siklon tropis Dahlia. "Kalimantan tidak terpengaruh dengan siklon tersebut. Tapi, lebih kepada belokan angin di sebelah barat Pontianak," tambahnya. (bie)