TribunKaltim/

Korupsi KTP Elektronik

Ditolak Jenguk Setya Novanto, Fahri Hamzah: KPK Ini Memang Aneh. . .

Menurut Fahri, KPK beralasan bahwa hanya pihak keluarga dan kuasa hukum yang dizinkan menjenguk tersangka kasus korupsi proyek E-KTP tersebut.

Ditolak Jenguk Setya Novanto, Fahri Hamzah: KPK Ini Memang Aneh. . .
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Fadli Zon serta Fahri Hamzah saat hadir dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 72. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah dan Fadli Zon mendatangi Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017) untuk menjenguk koleganya Setya Novanto yang ditahan di rutan KPK.

Namun, pihak KPK tidak memperkenankan Fahri dan Fadli untuk menemui Ketua DPR itu.

Menurut Fahri, KPK beralasan bahwa hanya pihak keluarga dan kuasa hukum yang dizinkan menjenguk tersangka kasus korupsi proyek E-KTP tersebut.

"KPK ini memang aneh, ikhtiarnya mengisolir Novanto sehingga yang boleh bertemu itu hanya istrinya dan lawyer-nya," kata Fahri lewat pesan singkat, Rabu (6/12/2017).

Fahri tidak tahu apa motif KPK yang mengisolasi Setya Novanto.

Baca: Hakim Kasus Novanto Tegaskan Praperadilan Gugur Setelah Dakwaan Dibacakan

Namun, Fahri mengaku mendengar kabar bahwa Novanto saat ini tengah dirayu oleh KPK untuk menjadi justice collaborator, guna membantu lembaga antirasuah itu mengungkap semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi proyek E-KTP.

Fahri mengatakan, tindakan KPK mengisolasi Setya Novanto ini sangat disayangkan.

Sebab, di era reformasi seperti sekarang ini masih ada penegakan hukum yang tidak mengindahkan hukum acara.

Baca: Begini Jawaban Marsekal Hadi Tjahjanto Ketika Disinggung Soal Kumisnya yang Lebat

Baca: DIPA Kaltara Naik jadi 6,338 Triliun, Ini yang Diharapkan Presiden Jokowi

Baca: Rekor! 5 Klub Inggris Masuk 16 Besar, Inilah Hasil Lengkap Liga Champions

Baca: Kok Loyo? Ternyata Ini Penyebab Gairah Seksual Pria Anjlok

 "Padahal, hak-hak orang dalam konstitusi dan hukum acara itu sangat dilindungi, tetapi oleh KPK semuanya ditabrak," ucap Fahri.

Fahri mengaku sudah melaporkan tindakan KPK yang melarang Setya Novanto dijenguk ini kepada Panitia Khsusus Hak Angket KPK di DPR. (Kompas.com/Ihsanuddin)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help