TribunKaltim/

Gamawan Fauzi Terlibat Kasus E-KTP? Mengejutkan, Begini Andi Narogong Sebut Peran Adik Mendagri Itu

Menurut Jhon, keterangan yang disampaikan Andi Narogong mengungkap banyak fakta yang selama ini masih menjadi teka-teki

Gamawan Fauzi Terlibat Kasus E-KTP? Mengejutkan, Begini Andi Narogong Sebut Peran Adik Mendagri Itu
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjawab pertanyaan wartawan usai pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (19/1/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kesaksian terdakwa kasus korupsi e-KTP Andi Agustinus atau Andi Narogong, Kamis (7/12/2017) di Pengadilan Tipikor Jakarta akhinya memberikan benang merah peran vital tiga orang yang selama ini ditutup rapat.

Andi Narogong blak-blakan menyebut peran mereka setelah KPK menjadikannya sebagai justice collaborator. Ini membuat hakim Jhon Halasan Butar Butar merasa suprise. Ia memuji sikap terdakwa Andi.

Tiga nama dimaksud adalah Ketua DPR RI Setya Novanto, Mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman, dan adik Menteri dalam Negeri 2009-2014 Gamawan Fauzi, Azmin Aulia.

Menurut Jhon, keterangan yang disampaikan Andi Narogong mengungkap banyak fakta yang selama ini masih menjadi teka-teki.

"Anda saya lihat tidak tegang, tidak marah, tenang. Memberikan keterangan yang notabene keterangan yang Anda berikan hari ini tak pernah Anda berikan sebelumnya di tempat lain," kata Jhon Halasan kepada Andi Narogong.

Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjadi saksi pada persidangan kasus dugaan korupsi KTP Elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/3/2017) - TRIBUNNEWS.COM / HERUDIN
Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjadi saksi pada persidangan kasus dugaan korupsi KTP Elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/3/2017) - TRIBUNNEWS.COM / HERUDIN 

Jhon kemudian bertanya kepada Andi Narogong, kenapa sebelumnya tidak mengungkapkan keterangan itu saat penyidikan dua terdakwa bekas Direktur Jenderal Kependudukan Catatan Sipil Irman dan Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto.

"Jadi, saat itu saya juga perlu mengingat-ingat kembali seluruh peristiwa sebenarnya. Banyak pertentangan di dalam hati kecil saya," kata Andi Narogong.

Setelah melewati pergulatan batin, Andi sadar harus mengungkapkan semuanya di persidangan. 

Lagipula, ia merasa ditinggal oleh orang yang dibantunya. Apalagi yang dibantunya menimpakan semua kesalahan pada dirinya.

"Akhirnya saya dengan kesadaran sendiri, ya sudah. Saya harus buka fakta e-KTP sesungguhnya. Kita berharap kejadian seperti ini tidak terjadi di kemudian hari demi kebaikan bersama. Demikian, Yang Mulia," lanjut Andi Narogong.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help