Isi Surat Setya Novanto dari Balik Jeruji Dinilai Bikin Malu Golkar dan DPR
Doli juga menyayangkan surat tersebut diterima begitu saja oleh Azis Syamsuddin dan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Robert Kardinal.
TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menilai, surat dari Ketua Umum non-aktif Partai Golkar Setya Novanto membuat malu Golkar dan DPR RI.
Surat yang dimaksud Doli Kurnia adalah yang disebut-sebut berisikan penunjukkan Azis Syamsuddin sebagai Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto.
"Saya dapat informasi soal surat itu dua hari lalu. Menurut saya itu tindakan yang dilakukan oknum politisi Golkar yang mempermalukan Golkar dan DPR sebagai lembaga yang disorot masyarakat Indonesia," kata Doli kepada wartawan di Hotel Manhattan, Minggu (10/12/2017).
Menurut Doli, DPR sebagai lembaga tinggi negara tak semestinya dikontrol oleh orang dari dalam jeruji besi.
Baca juga:
Publik Pertanyakan Netralitas Polri, pada Momen Ini Safaruddin Siap Tanggalkan Jabatan Kapolda
Akademisi Ini Sebut Pelanggaran Etik Jaksa Harus Didorong ke Pidana
Masyarakat Diimbau Beli Sewajarnya, Pertamina telah Tambah Pasokan Elpiji untuk Kabupaten Ini
Ratusan Median Pembatas Jalan Dipasang untuk Urai Macet di Simpang Tiga MT Haryono Dalam
Telkomsel Sediakan Loop Arena di Pantai Manggar, Ini Fasilitas buat Komunitas Muda
Siap-siap 'Diguyur' Puluhan Miliar, Ini Target Retribusi Pantai Manggar 2018
Doli juga menyayangkan surat tersebut diterima begitu saja oleh Azis Syamsuddin dan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Robert Kardinal.
Menurut Doli, surat Novanto tersebut perlu dipermasalahkan sebab tidak ada dasar peraturan partai dan organisasinya.
"Ini kan enggak pernah ada rapat pleno akhir-akhir ini, enggak pernah ada itu terus bagaimana tiba-tiba ada surat dari Novanto soal penunjukkan Ketua DPR sebagai penggantinya," kata Doli.
Doli melanjutkan, apabila surat Novanto itu diterima oleh DPR, itu akan memperburuk citra DPR di mata masyarakat Indonesia dan internasional.
"Sekarang tinggal serahkan ke anggota DPR apakah mereka mau mempermalukan lembaga mereka sendiri dengan meloloskan itu dan saya tidak tahu citra DPR di mata publik dan internasional nantinya. Perlu diingat bahwa DPR bukan punya Golkar, jadi tak bisa sewenang-wenang," kata Doli. (Kompas.com)