TribunKaltim/

Kementerian Merubah Konsep Pengaman Jembatan

“Di bagian jembatan baru sudah kami kerjakan sesuai desain, tapi di bagian jembatan lama yang perlu penyesuaian lagi,” jelasnya.

Kementerian Merubah Konsep Pengaman Jembatan
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
PENGAMAN JEMBATAN - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta agar pelaksana pekerjaan merubah spesifikasi dan desain pengaman jembatan. Sehingga pihak kontraktor memperkirakan, pemanfaatan Jalan Bujangga akan tertunda. 

> Pembukaan Akses Jalan Bujangga Terancam Molor

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Perbaikan Jalan Bujangga yang amblas sejak tahun 2015 lalu mestinya rampung dikerjakan pada 31 Desember ini. Dari pengamatan Tribun, pada hari Kamis (21/12) kemarin, secara fisik jalan ini sudah bisa dilintasi kendaraan.

Hanya saja, kemungkinan besar, perbaikan Jalan Bujangga ini akan mengalami penundaan. Site Manager PT Bangun Cipta Kontraktor, Beni Hidayat mengatakan, pembangunan jembatan mengganti jalan yang amblas, sudah selesai dikerjakan.

Namun belum lama ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta agar pelaksana pekerjaan merubah spesifikasi dan desain pengaman jembatan. Sehingga pihak kontraktor memperkirakan, pemanfaatan Jalan Bujangga akan tertunda.

Beni menjelaskan, pengamanan jembatan dibuat berjarak empat meter dari jembatan “Di bagian jembatan baru sudah kami kerjakan sesuai desain, tapi di bagian jembatan lama yang perlu penyesuaian lagi,” jelasnya.

Meski demkian, Beni mengklaim, jembatan baru yang telah dibangun oleh pihaknya, sudah bisa dilintasi kendaraan. Hanya saja, sebelum proses serah terima pekerjaan dengan Kementerian PUPR dilakukan, pihaknya tidak akan membuka akses Jalan Bujangga.

“Pekerjaan yang kami lakukukan di sisi sungai, kalau (Jalan Bujangga) mau dibuka tidak masalah karena pekerjaan inti sudah selesai. Tapi kalau PUPR belum mau menerima pekerjaan kami, kami juga belum bisa membuka jalannya,” tegasnya.

Perubahan konsep pengaman jembatan lama ini bertujuan untuk mengantisipasi pergeseran tanah. Apalagi, sepanjang kawasan Tepian Segah, termasuk Jalan Bujangga dinyatakan sebagai area rawan bencana, sehingga masih berpotensi mengalami longsor di sejumlah titik.

PUPR sendiri telah menganggarkan sekitar dana sebesar Rp 365 miliar untuk melakukan penanganan potensi longsor sepanjang jalan ini. Pembangunan jembatan yang saat ini masih dalam pengerjaan hanyalah tahap awal.

Untuk melakukan perubahan konsep pengaman jembatan seperti yang diminta PUPR, pihaknya menambah satu unit alat berat untuk mempercepat pemasangan tiang pancang.

Pihaknya pun berupaya untuk tetap menyelesaikan perubahan konsep ini, agar rampung seperti yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja. “Kami masih targetkan tepat waktu, kalaupun terjadi keterlambatan paling beberapa hari saja,” tandasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help