Disdik Berencana Bangun Sekolah Alam

Akibatnya orangtua kesulitan untuk menyekolahkan anak mereka. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Berau berencana membentuk sekolah alam.

Disdik Berencana Bangun Sekolah Alam
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
PUTUS SEKOLAH - Anak-anak yang tinggal di perkampungan terpencil, banyak yang putus sekolah lantaran belum ada sekolah jenjang SMP dan SMA di kampung mereka 

> Menghindari Putus Sekolah pada Anak-anak

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Hingga saat ini masih banyak ditemukan anak usia sekolah yang terpaksa tidak menyelesaikan program wajib belajar 12 tahun.

Terutama di wilayah pesisir dan tempat-tempat terpencil. Pasalnya, di tempat-tempat tersebut hanya terdapat Sekolah Dasar (SD), sementara jenjang pendidikan di atasnya, seperti SMP dan SMA tidak ada, atau jauh dari perkampungan.

Akibatnya orangtua kesulitan untuk menyekolahkan anak mereka. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Berau berencana membentuk sekolah alam. Langkah awal yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini adalah mengunjungi lokasi sekolah alam di Bogor untuk mempelajari kurikulum dan juga regulasinya, sehingga, lulusan sekolah alam ini diakui oleh negara.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Didi Rahmadi mengatakan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk membentuk sekolah alam ini. Salah satunya aturan yang ada di dalamnya, karena target akhir dalam jenjang pendidikan ini adalah pelaksanaan ujian, rapor dan terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kami masih mengkaji lagi, karena itu perlu berkunjung ke sekolah alam untuk melihat pola yang diterapkan dan aturannya,” ujarnya, Kamis (4/1).

Dalam pelaksanaannya, sekolah alam ini lebih fokus pada empat bidang dasar, pembinaan akhlak, logika, kepemimpinan dan bisnis. Tenaga pengajar juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan karena itu, pihaknya juga akan melakukan kajian untuk pemenuhan tenaga pengajar.

“Kita lihat dulu aturannya seperti apa, kemudian kita padukan dengan aturan pemerintah,” imbuh Didi. Dirinya mengatakan, tujuan pembentukan sekolah alam ini untuk menghindari putusnya jenjang pendidikan khususnya bagi daerah yang belum memiliki sekolah.

Dicontohkannya, banyak anak-anak di Kampung Balikukup yang putus sekolah karena di kampung ini belum terdapat jenjang SMP, sehingga membuat sebagian besar anak-anak di sana tidak melanjutkan pendidikan.

“Kalau ada sekolah alam, mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan, tanpa harus meninggalkan kampungnya.

Tujuannya adalah kelanjutan jenjang pendidikan meskipun cara pembelajarannya berbeda,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Agus Tantomo mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Lendo Novo, penggagas sekolah alam pertama kalinya di Bandung, Jawa Barat. Sekolah Alam merupakan konsep pendidikan yang digagas Lendo Novo berdasarkan keprihatinannya akan biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau oleh masyarakat.
Ide membangun sekolah alam adalah agar membuat sekolah dengan kualitas sangat tinggi, tetapi dengan biaya terjangkau.

Rencananya, sekolah alam ingin diwujudkan pada tahun ajaran 2018-2019. Konsep sekolah alam, menurut Agus tak jauh berbeda dengan homeschooling. Proses belajar mengajar lebih dilakukan di ruang terbuka. Bahkan, konsep ini diakui lebih bagus kualitasnya. (*)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved