KKP Tingkatkan Tangkapan Ikan

Wilayah penangkapan ikan akan diarahkan di perairan timur Indonesia. Hal tersebut dikarenakan potensi perikanan yang masih tinggi.

KKP Tingkatkan Tangkapan Ikan
TRIBUN KALTIM/ABDUL ARIF
Aktivitas pedagang ikan di Pasar Klandasan Balikpapan, Jumat (9/1/2015). Ikan laut naik hingga 100 persen lantaran nelayan pengumpul dan pengangkut ikan di Balikpapan tak melaut. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim produksi perikanan tanah air naik dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini produksi perikanan diprediksi capai 7,67 juta ton, sedangkan tahun 2016 capai 6,54 juta ton.

"Peningkatan di perikanan tangkap adalah udang, cumi-cumi dan tuna," ujar Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja saat konferensi pers, Kamis (11/1).
Kenaikan produksi tersebut juga akan diteruskan hingga tahun 2018. Sjarief menargetkan produksi perikanan tangkap tahun 2018 mencapai 9,45 juta ton.

Hal tersebut dicapai dengan menambah jumlah armada kapal. Melihat minat nelayan melaut yang semakin tinggi, KKP akan membangun kapal perikanan sebanyak 522 unit.

Wilayah penangkapan ikan akan diarahkan di perairan timur Indonesia. Hal tersebut dikarenakan potensi perikanan yang masih tinggi.

"Ukuran kapal yang akan dibuat bervariasi dari 5 gross tonnage (GT), 10 GT, hingga 60 GT," terang Sjarief.
Namun, nelayan memerlukan kepastian pembeli bagi hasil tangkapannya. Oleh karena itu perlu juga dipersiapkan kapal pengangkut ikan.

Sjarief bilang akan disiapkan 8 kapal angkut berkapasitas 60 GT. Nantinya kapal angkut tersebut akan ditempatkan di daerah sekitar Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved