UKM Bukalapak Bisa Tembus 8 Juta Pelapak

saya menghadiri gathering mereka jumlahnya sudah mencapai 2,2 juta UKM. Oleh karena itu, saya yakin pada 2020 mendatang Bukalapak

UKM Bukalapak Bisa Tembus 8 Juta Pelapak
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Egi Setiadi, salah satu penggerak situs jual beli online BukaLapak memaparkan proses pengambilan foto produk yang akan dipasarkan di Gedung Bandiklat Bulungan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Rabu (22/3/2017). 

> Menkop Berahap Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga yakin dan optimis jumlah UKM pelapak di market place Bukalapak bisa menembus angka 8 juta di tahun 2020 mendatang. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Awal 2016, saya bertemu CEO Bukalapak Ahmad Zaki jumlah UKM Bukalapak masih sekitar 400 ribu pelapak. Dua bulan lalu, saya menghadiri gathering mereka jumlahnya sudah mencapai 2,2 juta UKM. Oleh karena itu, saya yakin pada 2020 mendatang Bukalapak mampu mencetak UKM sukses sebanyak 8 juta", kata Puspayoga dalam siaran pers pada Kamis (11/1/2018).

Puspayoga mengakui bahwa dirinya menaruh harapan besar terhadap Bukalapak untuk turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang diiringi dengan pemerataan kesejahteraan. "Pemerataan bisa dicapai salah satunya melalui market place seperti Bukalapak ini," kata Puspayoga.

Apalagi, pihaknya terus menggulirkan program skim pembiayaan berbunga murah bagi UKM. "Kami memiliki program kredit usaha rakyat atau KUR yang bunga kreditnya sudah turun menjadi 9% dari 22%. Bahkan, tahun ini rencananya akan diturunkan lagi menjadi 7%,” imbuh Puspayoga.

Puspayoga bilang Selain KUR, ada juga kredit Ultra Mikro Indonesia atau UMI yang lebih murah lagi. Selain itu ada program KITE, yaitu kemudahan impor tujuan ekspor. Dimana UKM bisa mengimpor bahan baku bagi produknya dengan bea masuk nol.

Menperin Airlangga Hartarto berharap Bukalapak harus mampu tumbuh bagaikan pohon besar yang memiliki akar yang kuat hingga ke bawah.

"Bagi saya, era digital ekonomi seperti sekarang ini merupakan wujud ekonomi gotong royong yang sesungguhnya dan kongkrit. Dimana banyak UKM yang berkumpul dalam satu komunitas market place seperti Bukalapak ini. Bahkan, dengan pola digital ekonomi, intermediasi produknya itu zero cost", tandas Menperin.

Airlangga pun menegaskan bahwa semua pihak harus menjaga eksistensi market place yang besar seperti Bukalapak ini. "Ini potensi yang harus kita jaga. Tidak perlu khawatir dengan pemain besar. Enterpreneur kita harus terus kita dorong untuk meningkat. Saat ini, generasi muda harus mampu bergaul dalam bahasa digital," tegas Menperin.

Sedangkan Menkominfo Rudiantara mendorong Bukalapak untuk terus bermimpi dan mewujudkan mimpi agar suatu saat nanti bisa menjelma menjadi seperti seorang Jack Ma. "Bukalapak ini merupakan aset bangsa yang harus dijaga. Di Asean, ada tujuh unicorn market place besar, salah satunya adalah Bukalapak," tukas Rudiantara. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved