TribunKaltim/

Meski Belum Mendapat Izin DPU Malinau PT AMNK Tetap Bangun Jembatan

Sejauh ini, sesuai pantauan Tribun di lapangan AMNK tengah melaksanakan penimbunan dan persiapan pemasangan kembali gorong-gorong

Meski Belum Mendapat Izin DPU Malinau PT AMNK Tetap Bangun Jembatan
Jembatan Gantung Roboh 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Demi memperlancar mobilisasi dan mendukung produktivitas perusahaan, PT Artha Marth Naha Kramo (AMNK) salah satu perusahaan tambang di Malinau akan tetap menjalankan pembangunan jembatan gorong-gorong. Meskipun, pembangunan jembatan itu ditentang oleh Pemkab Malinau karena akan mengubah Daerah Aliran Sungai (DAS).

Sejauh ini, sesuai pantauan Tribun di lapangan AMNK tengah melaksanakan penimbunan dan persiapan pemasangan kembali gorong-gorong di atas Sungai Malinau. Jembatan gorong-gorong ini, nantinya akan menghubungkan Pit 2 ke Pit 5 yang merupakan kolam pengelolaan limbah milik AMNK. Sementara ini, AMNK sedang mempersiapkan pemasangan bronjong.

General Manajer AMNK, Iwan Norman membenarkan, pihaknya saat ini tengah melaksanakan proses pembangunan jembatan gorong-gorong. Jembatan ini sama dengan jembatan yang telah disapu oleh banjir beberapa bulan lalu. Pembangunan akan dilaksanakan di lokasi sama, dengan jembatan sebelumnya. "Sekarang lagi pasang bronjong," ujarnya saat dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin.

Pembangunan jembatan ini ungkap Iwan, sebagai upaya AMNK mengangkut sisa-sisa jembatan gorong-gorong yang telah hancur diterjang banjir. Saat ini, sisa-sisa jembatan rusak masih membentang di Sungai Malinau. Agar tidak membahayakan pengguna sungai, jembatan rusak tersebut harus segera disingkirkan.

"Itu untuk aktivitas pengangkutan bekas jembatan. Setelah itu selesai, jembatan permanen baru akan dikembalikan DAS-nya," katanya.

Iwan mengakui, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan izin dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, dan Kawasan Pemukiman (DPU PRPKP) Malinau untuk membangun jembatan gorong-gorong. Begitu pula dengan pembangunan jembatan rangka baja.

Sebelumnya Ketua Forum Pemuda Peduli Malinau (FPPM), Steven Y Lufung menyebutkan, DPU baru akan memberikan izin kepada AMNK membangun jembatan apabila, jembatan yang akan dibangun konstruksinya rangka baja.

"Kita masih tunggu izin dari DPU untuk membangun jembatan. Ini hanya jembatan sementara saja. Konstruksinya sama dengan jembatan sementara yang dibangun oleh TNI. Biasanya, nama jembatannya ini jembatan Bailey. Kapasitasnya 35 ton. Tapi, sifat jembatan ini hanya sementara," ujar Iwan lagi.

"Selain untuk mengangkat sisa jembatan, jembatan ini juga digunakan untuk mobilisasi karyawan perusahaan. Sekaligus, untuk pengangkutan bahan jembatan permanen. Kita juga sedang menunggu izin pembangunan jembatan rangka baja dari DPU dan DLHD. Rencananya, jembatan akan dibangun sepanjang 100 meter," lanjut Iwan.

Seperti diwartakan sebelumnya, pembangunan jembatan gorong-gorong ini selain ditentang oleh pemerintah daerah, juga ditentang oleh LSM. Pasalnya, pembangunan jembatan gorong-gorong ini mengganggu DAS pada Sungai Malinau dan Sungai Sidi. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help