Pembangunan PLTU Teluk Bayur Makan Korban Dibeberkan Setelah Penyelidkan

Ketinggian antara Platform 6 dan Platform 4 diperkirakan 5,5 meter. Saat kejadian, korban diketahui sedang melakukan setting

Penulis: tribunkaltim | Editor: Martinus Wikan
istimewa
Jenazah Susanto, korban kecelakaan kerja di PLTU Teluk Bayur dipulangkan ke Kutai Kartanegara, melalui salah satu maskapai penerbangan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB– Pembangunan Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur, pada Minggu (14/1) lalu telah memakan korban.

Seorang pekerja bernama Susanto, warga Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara terjatuh dari Platform 6 dengan ketinggian sekitar 40 meter. Korban meninggal saat dievakuasi ke RSUD Abdul Rivai.

Peristiwa tersebut terjadi pada lokasi Di lokasi pembangunan mesin pembangkit yang belum beroperasi.

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit melalui Kasatreskrim Polres Berau, AKP Damus Asa saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, Rabu (17/1/2018), membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Saat ini jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halamannya,” kata Damusa kepada Tribun.

Sebelum jatuh ke lantai dasar, korban terlebih dahulu terjatuh di Platform 4. Ketinggian antara Platform 6 dan Platform 4 diperkirakan 5,5 meter. Saat kejadian, korban diketahui sedang melakukan setting safety valve atau mengatur keamanan katub.

Saat ini pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi terkait peristiwa tersebut.“Sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi, sekitar 3 sampai 5 orang saksi yang kami mintai keterangan,” kata Damus.

Sementara itu terkait dengan berita aparat kepolisian menutup-nutupi peristiwa ini, dibantah Damus.“Selama ini kami sangat gamblang dan terbuka, tapi karena masih dalam proses penyelidikan, kami tidak bisa berikan statemen lengkap,” jelasnya.

Ditambahkannya, penyelidikan sebuah kasus tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, karena itu Damus menyesalkan informasi yang beredar, seolah-olah aparat kepolisian berupaya menutupi kasus ini.

Damus mengaku belum bisa memberikan keterangan lengkap menyangkut kasus ini.“Karena masih dalam proses penyelidikan yang kami jalankan sesuai dengan prosedur. Nanti kalau sudah selesai hasil penyelidikannya, pasti kami ungkap,” tegasnya.

Sementara itu, Pengawas Ketenagakerjaan, Disnakertrans Kaltim wilayah Berau, Imam Yosinata. Yosi mengatakan, akan ada tim yang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.“Tapi saya mendapat mandat untuk tidak menyampaikan hasil penyelidikan. Nanti akan ada tim yang menyampaikan,” kata Yosi dengan singkat, saat dihubungi melalui telepon selulernya. (gef)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved