PLTD Long Nawang di Malinau Dibantu Mesin Pembangkit Listrik Milik Desa

Manajer PLN Rayon Malinau, Adi FM mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya hanya memanfaatkan satu buah mesin pada PLTD Long Nawang

PLTD Long Nawang di Malinau Dibantu Mesin Pembangkit Listrik Milik Desa
Handover
Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Bilal, Kecamatan Nunukan. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Tidak maksimal menyalurkan daya listrik ke beberapa desa di Kayan Hulu, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu milik PLN dibantu dua mesin pembangkit listrik di desa itu. Bantuan dua mesin ini, dimaksudkan untuk menyalurkan listrik di dua desa di Kayan Hulu.

Terdapat 5 mesin pembangkit listrik pada PLTD Long Nawang. Namun, dari 5 mesin tersebut yang beroperasi hanya satu unit. Sedangan, 4 mesin lainnya standby untuk menggantikan fungsi satu mesin yang beroperasi saat dilakukan perawatan. Meskipun berkapasitas kecil, dua mesin pembangkit listrik desa sangat membantu PLN dalam mendistribusikan listrik di desa.

Manajer PLN Rayon Malinau, Adi FM mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya hanya dapat memanfaatkan satu buah mesin pada PLTD Long Nawang. Ketika semua jaringan kelistrikan di Malinau sudah selesai, barulah semua mesin di PLTD Long Nawang dapat difungsikan. Untuk sementara ini, pihaknya memanfaatkan mesin pembangkit listrik desa.

"Hal ini sudah dibicarakan dan dimusyawarahkan dengan seluruh perangkat desa. Untuk kerjasama dengan desa ini, telah disepakati bahwa kami akan menyuplai solar untuk pengoperasian dua mesin milik desa. Begitu pula untuk perawatan, kita menyiapkan teknisi untuk menjalankan tugas-tugas itu," ujarnya.

Penggabungan antara mesin pembangkit listrik desa dengan mesin PLTD Long Nawang, ungkap Adi FM, dapat meningkatkan jumlah pelanggan di Desa Long Nawang dan menambah pelanggan PLN di dua desa lainnya di Kayan Hulu. Awalnya hanya sebanyak 25 pelanggan di Long Nawang, saat ini PLN telah melayani 80 pelanggan di desa perbatasan itu.

"Jadi, setiap rumah kita berikan jatah hanya 4 ampere saja. Tidak bisa lebih. Sebab, dengan jumlah saat ini saja tegangan listrik di sana tidak stabil. Hal ini dikarenakan, kita tidak menggunakan transformator atau yang biasa disebut trafo. Kita langsung menggunakan kabel-kabel panjang untuk menyambungkan listrik ke rumah-rumah pelanggan," tuturnya.

Bukan hanya untuk Desa Long Nawang, dibeberkan Adi FM, dua desa tetangga juga akan mendapatkan manfaat dari kerjasama ini, yakni Desa Temuyat dan Desa Nawang Baru. Tercatat, ada 20 pelanggan baru PLN terdaftar di dua desa ini. Namun, untuk pemasangannya, Adi mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu material sampai di Long Nawang.

"Artinya, sejauh ini kita bisa menjangkau di tiga desa di Kayan Hulu. Setelah sampai di Long Nawang nanti, material jaringan listrik akan dipasang di 20 pelanggan di dua desa itu. Material yang dimaksudkan, adalah meteran listrik. Sehingga, total pelanggan kita di Kayan Hulu berjumlah 100 pelanggan," tandasnya. (ink)

Belum Ada Pemenang Lelang

GEMBIRA tentu dirasakan oleh masyarakat Kayan Hulu saat melihat adanya upaya pembangunan jaringan kelistrikan di beberapa desa. Diketahui, pembangunan listrik untuk memaksimalkan kerjasama penggunaan mesin pembangkit listrik desa. Demikian disampaikan Kepala Adat Besar Apo Kayan, Ibau Ala kepada Tribun beberapa waktu lalu.

"Kami melihat, sudah ada pembangunan jaringan listrik di Long Nawang. Sudah ada teknisinya memasang jaringan," ujarnya sembari menjelaskan, ternyata pemasangan jaringan listrik merupakan jaringan sementara. Sedangkan, sesuai informasi yang didapat pembangunan listrik sebenarnya belum dapat dilakukan karena masih dalam tahap lelang dan belum ada pemenang lelang.

Seperti di daerah lainnya, PLN menerapkan sistem voucher pada setiap rumah. Untuk material yang belum terpasang, Manajer PLN Rayon Malinau, Adi FM mengungkapkan, material saat ini dalam perjalanan menggunakan jalur darat melalui Long Bagun, Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu).

"Material ini untuk pelanggan di Desa Temuyat dan Nawang Baru. Kalau untuk pelanggan di Long Nawang, semua sudah terpasang. Persoalan naik turun tegangan, karena pelanggan saat ini terus meningkat. Kalau dulu, saat pelanggan hanya sebanyak 25 pelanggan, ya tegangan stabil. Ya kita meminta seluruh pelanggan bersabar," paparnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help