Kasihan SDN di Tarakan Ini, Sudah PDAM Dicabut, Sekolah Juga Kekurangan Kursi dan Meja

Akibat kondisi ini, murid-murid kelas 1 dan 2 terpaksa membawa meja lipat dari rumah masing-masng dan duduk di lantai

Kasihan SDN di Tarakan Ini, Sudah PDAM Dicabut, Sekolah Juga Kekurangan Kursi dan Meja
Tribun Kaltim/Junisah
Anggota Komisi II DPRD Kota Tarakan, mengunjungi SDN 030 Sebengkok Waru, Rabu (14/3/2018). Inilah ruangan kelas 3 yang disekat menggunakan terpal 

TRIBUNKALTIM.CO - Melihat di media sosial (medsos) kondisi SDN 030 Sebengkok Waru Kecamatan Tarakan Tengah yang hingga saat ini tidak memiliki kursi dan meja, membuat anggota Komisi II DPRD Kota Tarakan langsung mengunjungi SDN 030, Rabu (14/3/2018).

Dalam kunjungan ini, anggota Komisi II DPRD Kota Tarakan yang dipimpin langsung Ketua Komisi II Adnan Hasan Galoeng agak kaget melihat kondisi SDN 030 ini. Pasalnya bangunan SDN 030 yang megah ini masih kekurangan sarana dan prasarana.

Baca: Arisan Sosialita Indonesia, Sekali Kocok Dapat Rp 1 Miliar, Naik Jet Pribadi dan Ajang Perjodohan

Komisi II DPRD Kota Tarakan menemukan di SDN 030 ini, bukan hanya tidak memiliki kursi dan meja bagi murid kelas I dan 2, tapi juga air PDAM di sekolah ini telah dicabut, karena sekolah ini menunggak pembayaran rekening air sebesar Rp 4 juta.

Akibat kondisi ini, murid-murid kelas 1 dan 2 terpaksa membawa meja lipat dari rumah  masing-masng dan duduk di lantai keramik ruangan kelas. Sedangkan untuk air, terpaksa pihak sekolah menggunakan air hujan atau membeli air profil.

Baca: Disarankan Gabung Partai Bulan Bintang, Begini Tanggapan Fahri Hamzah

Tak hanya itu, di ruangan kelas 3 sekatnya dengan ruangan kelas lain menggunakan terpal, sehingga ini agak sedikit menganggu proses belajar mengajar.

Bukan itu saja, ternyata toilet yang ada di sekolah ini juga mengalami kebuntuan.       

“Insya Allah kami akan mengawal  hal ini. Kami akan segera melakukan koordinasi dengan Pemkot Tarakan untuk menindaklanjuti permasalahan ini, salah satunya memanfaatkan forum Cooprorate Sosial Responsibility (CSR),” ucap Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Adnan Hasan Galoeng.

Baca: Dea Rizkita Hapus Gelar Miss Grand Indonesia 2017 dari Bio Instagramnya, Begini Penyebabnya

Pria yang akrab disapa Adnan mengungkapkan, pihaknya harus melibatkan forum CSR, karena untuk menganggarkan kursi dan meja bagi SDN 030 tahun ini tidak memungkinkan, termasuk menganggarkan di APBD Perubahan 2018.

“Kita ketuk perusahaan-perusahan yang tergabung di forum CSR ini untuk membantu sebagai kepedulin sosialnya kepada masyarakat untuk menyisihkan sebagian laba perusahaannya. Kita manfaatkan forum CSR ini agar  jangan sampai di Pendaftaran Penerimaan Didik Baru (PPDB) tahun ini timbul permasalahan baru,” ujarnya.

 Hal senada jugan diungkapkan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Djamaluddin. Ia mengatakan, Senin (19/3/2018) akan melakukan pertemuan dengan Pemkot Tarakan dengan memanggil Asisten II Bidang Pembangunand dan Ekonomi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

Baca: Puluhan Handphone Dicuri dari Perusahaan Jasa Ekspedisi di Samarinda, Orang dalam Terlibat

“Dengan kita melakukan pertemuan ini kita berharap permasalahan ini dapat segera kita selesaikan. Kita juga meminta kepada DPUTR untuk dapat segera menyelesaikan permasalahan toilet dan sekat yang ada di ruangan kelas 3,” ucapnya.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved