Kisah di Balik Garis Imajiner Merapi hingga Laut Selatan, Konon Ini Gunung Penyeimbang Pulau Jawa

Garis imajiner, Yogyakarta juga memiliki sumbu filosofis yakni Tugu, Keraton dan Panggung Krapyak, yang dihubungkan secara nyata berupa jalan.

Kisah di Balik Garis Imajiner Merapi hingga Laut Selatan, Konon Ini Gunung Penyeimbang Pulau Jawa
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Gunung Merapi yang berada di wilayah provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, terlihat dari udara, Minggu (10/5/2015). Salah satu gunung api paling aktif tersebut masih berstatus normal sejak erupsi yang terjadi hampir lima tahun sebelumnya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Garis imajiner, Yogyakarta juga memiliki sumbu filosofis yakni Tugu, Keraton dan Panggung Krapyak, yang dihubungkan secara nyata berupa jalan.

Sumbu filosofis itu melambangkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesama manusia, serta manusia dengan alam.

Seperti dikutip dari laman etd.repository.ugm.ac.id, Panggung Krapyak ke utara hingga Kraton melambangkan sejak bayi dari lahir, beranjak dewasa, berumah tangga hingga melahirkan anak.

Sedangkan dari Tugu ke Kraton melambangkan perjalanan manusia kembali ke Sang Pencipta.

Tugu Golong Gilig dan Panggung Krapyak juga merupakan simbol Lingga dan Yoni yang melambangkan kesuburan.

Baca: Inilah 7 Konglomerat Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia, Ada yang Setor hingga Rp 5,4 Triliun

Baca: Barcelona Singkirkan Chelsea, Lionel Messi Sukses Cetak Gol ke-100 di Liga Champions

Baca: Mantan Istri Caisar, Indadari Dikabarkan Menikah Lagi, Begini Kata Lucky Hakim

Dari kesemuanya itu, Keraton Yogyakarta menjadi pusatnya.

Keraton Yogyakarta dianggap suci karena diapit enam sungai secara simetris yaitu sungai Code, Gajah Wong, Opak Winongo, Bedhog dan sungai Progo.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help