TribunKaltim/

Tak Anggap Remeh Pakindo MP, Tapi Faktor Ini Yang Membuat Borneo FC Main Imbang

Hasil ini membuat Borneo FC gagal menuai hasil positif di laga uji coba terakhir jelang bergulirnya Liga 1 2018.

Tak Anggap Remeh Pakindo MP, Tapi Faktor Ini Yang Membuat Borneo FC Main Imbang
Tribun Kaltim/Nevrianto
Pemain Borneo FC, Mohammadou Al Hadji (kanan) pada pertandingan uji coba menghadapi pemain Pakindo Mojokerto Putra di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur Minggu (18/3). Borneo FC ditahan imbang 1-1. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas

TRIBUNKALTM.CO, SAMARINDA - Borneo FC harus puas ditahan imbang klub peserta Liga 2, Pakindo Mojokerto Putra dengan skor 1-1 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (18/3/2018).

Hasil ini membuat Borneo FC gagal menuai hasil positif di laga uji coba terakhir jelang bergulirnya Liga 1 2018. 

Padahal Borneo FC memainkan hampir semua pemain andalan seperti Lerby Eliandry, Marlon da Silva, Titus Bonai, dan Julien Faubert.

Baca: Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Masa Muda dengan Sosok Ini di Sampingnya, Tokoh Inspirator Bagi Saya

Namun dua pemain absen pada laga kali ini yaitu Azamat Baimatov yang mendapat panggilan timnas Kyrgizstan dan Srdan Lopicic yang masih menjalani pemulihan cedera.

Tanpa dua pemain itu, justru Borneo FC sempat dibuat kewalahan oleh klub Liga 2. Meski Borneo FC menguasai jalannya pertandingan, namun Lerby dan kolega kesulitan menghadapi pressing ketat lawan. Bahkan Pakindo MP berhasil mencuri kesempatan lewan eksekusi titik putih Indra Setiawan menit 60.

Menanggapi hasil imbang timnya, pelatih Borneo FC Iwan Setiawan menolak jika anak asuhnya dianggap mrremehkan lawan yang berbeda kasta. Justru ia memuji Pakindo MP sebagai salah satu klub terbaik Liga 2 dengan kemampuan individu pemainnya yang bagus.

"Kurang setuju kalau kami menganggap remeh lawan. Jujur saya melihat PMP ini salah satu tim terbaik di Liga 2. Pemain mereka punya kepercayaan diri, dan kemampuan individu mereka hebat," kata Iwan, Senin (19/3/2018).

Baca: Ini Plus Minus Kehadiran Guest House Bagi Bisnis Perhotelan di Kota Tepian

Menurut Iwan, kegagalan timnya meraih kemenangan dipengaruhi faktor mentalitas. Pemain Pesut Etam belum mampu mengatasi kepercayaan diri dan memanage hal psikis. Mentalitas pemain Borneo FC seolah pudar saat mereka sudah unggul 1-0. Padahal masih ada 45 menit babak kedua akibatnya Pesut Etam kecolongan gol akibat kesalahan pemain sendiri.

"Pelatih punya sudut pandang menilai what is football? Saya menyoroti mentalitas. Kalau kita bilang pertandingan tadi adalah cerminan sikap kita apa yang ada dalam opinion kita. Kalau kita memandang Pakindo MP punya kualitas kelas II maka sikap kita seperti itu. Harus kita siapkan adalah opinion. Berangkat dalam opinion akan terlampirlah cerminan sikap kita," tutur Iwan.

Kendati demikian, Iwan memaklumi kondisi yang dialami anak asuhnya. Sebab, para pemain tampak berhati-hati demi menjaga fokus di laga pembuka Liga 1 melawan Sriwijaya FC.

"Kita tidak menyiapkan seratus persen mental untuk laga ini. Kita bisa maklumi karena tanggal 24 Maret kita masuk ke kompetisi sesungguhnya, melawan Sriwijaya FC," ucapnya. 

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help