Inilah 7 Jenis Bakso dari Berbagai Belahan Dunia
Terbuat dari daging sapi, tepung, dan beragam bumbu, bakso memiliki rasa yang begitu lezat.
TRIBUNKALTIM.CO - Terbuat dari daging sapi, tepung, dan beragam bumbu, bakso memiliki rasa yang begitu lezat.
Tak heran jika bakso selalu mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.
Namun tak hanya di Indonesia, sejumlah negara di dunia pun memiliki hidangan bakso.
1. Kofta (India)

Kofta merupakan sajian bakso kenyal asal India, yang disajikan dengan telur dan sayuran.
Berbeda dengan bahan dasar bakso di Indonesia yang memakai daging sapi, kofta menggunakan daging kambing.
2. Chiftele (Rumania)

Berbentuk datar dan dilapisi biji wijen, chiftele dimasak dengan cara digoreng.
Bahan dasar pembuatannya berasal dari daging babi yang dicincang, kemudian dicampur kentang dan bumbu.
Baca juga:
Panglima TNI Siapkan Pesawat Cassa, Angkut Sembako dan Penumpang ke Krayan
Pusamania Ingin Dejan Bekerja dengan Cinta
Striker Arab Saudi Segera Bertandang ke Markas Manchester United, Ini Tujuannya
Bukan Faktor Cedera, Sang Dokter Punya Penjelasan Lain soal Kepindahan Ibrahimovic ke LA Galaxy
3. Köttbullar (Swedia)

Terbuat dari daging sapi dan babi, köttbullar dimasak dengan cara digoreng.
Bakso khas Swedia ini biasanya disiram dengan saus putih yang dibuat dari susu, tepung, dan kaldu.
4. Albondigas (Meksiko)

Berasal dari Sapnyol, albondigas memiliki tekstur yang hampir sama dengan bakso di Indonesia.
Perbedaannya terletak pada saus yaitu saus tomat dan saus almond.
5. Keftedes (Yunani)

Berasal dari Yunani, keftedes terbuat dari daging sapi atau babi yang dicampur dengan roti basah.
Sebagai bumbu, ditambahkan bawang putih, kemudian digoreng.
6. Polpette (Polandia)

Polpette terbuat dari daging sapi dan sayuran, yang disajikan dengan saus jamur dan krim asam.
Tak heran jika warna bakso ini menjadi sedikit pucat dibandingkan jenis bakso lainnya.
7. Bitterballen (Belanda)

Bitterballen terbuat dari adonan daging cincang dan bumbu yang dibentuk bulat.
Dilapisi dengan tepung roti, bitterballen kemudian dimasak dengan cara digoreng. (TribunTravel.com/Sinta Agustina)