Mahfud MD: Kitab Suci Adalah Wahyu dan Pesan Tuhan, Beda Jauh dengan Fiksi
"Fiksi itu produk angan2 atau khyalan manusia sedang kitab suci adl wahyu dan pesan Tuhan".
TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Ketuan Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD angkat bicara soal ucapan Rocky Gerung yang mengatakan jika kitab suci adalah fiksi.
Pantauan TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Rabu (11/4/2018).
Awalnya, Mahfud MD diminta memberi penjelasan soal omongan Rocky Gerung tersebut.
tanggapannya Pak soal narasi nya Om Rocky..
arahannya Pak biar ga salah jalan..
terima kasih Pak.
Mahfud MD pun memberikan balasan.
Menurut Mahfud MD, kitab suci bukanlah fiksi.
Mahfud MD menyatakan jika perbedaan keduanya sangat jauh.
Mahfud MD mengungkapkan jika fiksi adalah produk angan-angan manusia.
Sedangkan kitab suci adalah wahyu atau pesan dari Tuhan.
Mahfud MD menyakini jika kitab suci adalah wahyu, itu tertanam di hati di otak orang yang memiliki iman.
@mohmahfudmd: Itu pendapat Rocky Gerung, silakan saja.
Tapi bagi sy kitab suci bkn fiksi, jauh bedanya.
Fiksi itu produk angan2 atau khyalan manusia sedang kitab suci adl wahyu dan pesan Tuhan.
Sy meyakini, kitab suci adl wahyu Tuhan yg ditanamkan di hati dan dipatrikan di otak orng yg beriman.
Baca juga:
Bukan Jadi Asisten Klopp, Steven Gerrard Kini Fokus 'Jualan' Air Mineral
Tak Masuk Starting Eleven di Tiga Laga Awal, Septian David Maulana Tak Mau Mengeluh
Begini Potret Perjuangan Rustono hingga Sukses Bangun Pabrik Tempe di Jepang
Bintang LA Lakers Kritisi Performa Wasit Liga Indonesia
Sementara itu, dalam acara ILC, Selasa (10/4/2018), Rocky Gerung mengatakan jika kitab suci adalah fiksi karena belum selesai dan tiba.
"Saya mulai pelan-pelan buat nyari cara, asal usul dari masalah ini adalah fiksi atau fakta, dan itu sebetulnya permulaan yang buruk, karena saat kita sebut kata fiksi dikepala kiita adalah fiktif, fiction itu adalah kata benda selalu ada pengertian literatur di dalam kata fiksi, karena diucapakan di sebuah forum politik, maka dia dianggap sebagai buruk," kata Rocky Gerung.
"Fiksi itu sangat bagus, dia adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi, itu fungsi dari fiksi, dan kita hidup di dunia fiksi yang lebih banyak daripada di dunia realitas, fiksi lawannya realitas bukan fakta," ujarnya.
"Jadi kalau anda bilang itu fiksi dan kata itu menjadi penyoratif, jadi anda tidak memperbolehakn anak anda membaca fiksi karena sudah dua bulan ini kata fiksi sudah menjadi kata yang buruk," sambungnya.
"Kitab suci itu fiksi bukan? siapa yang berani jawab,"kalau saya berbicara bahwa fiksi itu adalah imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi, karena belum selesai,belum tiba, babat tanah jawi itu fiksi," tanya Rocky.
"Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif," imbuhnya.
"Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, maka kitab suci itu adalah fiksi," ucapnya.
Rocky Gerung menyebutkan jika fiksi itu kreatif, sama seeprti orang beragama yang terus kreatif dan menunggu telosnya (akhir, tujuan, sasaran-dalam bahasa Yunani). (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Mahfud MD: Bagi Saya Kitab Suci Bukan Fiksi, Jauh Bedanya Itu Tertanam di Hati di Otak Orang Beriman