Tragedi Tumpahan Minyak di Balikpapan

Selama Penyidikan Nakhoda dan ABK MV Ever Judger tak Boleh Keluar Balikpapan

nakhoda dan ABK kapal berjumlah 20 orang agar diawasi. Menurut keterangan, mereka diberikan izin tinggal selama 2 bulan

Selama Penyidikan Nakhoda dan ABK MV Ever Judger tak Boleh Keluar Balikpapan
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
Nakhoda MV Ever Judger ZD berjalan memasuki gedung ditreskrim polda kaltim, senin (30/4/2018). ZD akan menjalani pemeriksaan setelah ditetapkan sebagai tersangka putusnya pipa pertamina region Kalimantan yang menyebabkan tercemarnya teluk balikpapan pada akhir maret lalu. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Selama penyidik Ditreskrimsus Polda Kaltim melakukan proses penyidikan, Nakhoda beserta 20 ABK kapal kargo batu bara MV Ever Judger tak boleh keluar dari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani kepada Tribunkaltim.co, Senin (30/4/2018). Pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan Imigrasi Klas I Balikpapan, soal pencekalan nakhoda dan ABK asal tiongkok tersebut.

Baca: Besok Buruh se Kaltim Lakukan Aksi May Day di Samarinda, Catat Lokasinya Biar tak Kena Macet

"Selama proses berjalan, pihak nakhoda dan ABK kapal berjumlah 20 orang agar diawasi. Menurut keterangan, mereka diberikan izin tinggal selama 2 bulan di Balikpapan," katanya.

Pemberitaan sebelumnya, Senin (30/4/2018) penyidik Polda Kaltim melakukan pemeriksaan perdana tersangka kasus pencemaran lingkungan Teluk Balikpapan, ZD.

Sekitar 10.40 Wita, nakhoda kapal kargo batubara MV Ever Judger tersebut tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim. Ia ditemani 3 tim pengacara, yang belakangan diketahui dari Christie Alliance.

Baca: Nyaris tak Pernah Muncul Depan Publik, Ternyata Begini Sosok Istri Vincent Rompies

Sebelumnya, di ruang penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda Kaltim telah menunggu 2 orang penerjemah bahasa mandarin. Pria kewarganegaraan tiongkok tersebut masuk ke ruang penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka.

"Kita lakukan pemanggilan pertama. Sebelum lakukan pemanggilan kita koordinasi dengan pengacara. Kita siapkan juga penterjemah bahasa mandarin," kata Dirkrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Yustam Alpiani.

Lebih lanjut, Yustan menyebut sudah 25 hari belakang pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh putusnya pipa bawah laut Pertamina. Dimana menyebabkan sekitar 44 ribu barel minyak mentah mencemari perairan Teluk Balikpapan.

Baca: Foto Slip Gaji Guru Honorer Jadi Viral, 12 Hari Kerja Dibayar tak Sampai Rp 50 Ribu

"Kami duga kuat putus pipa ditarik jangkar Ever Judger," tuturnya.

Untuk diketahui pada Kamis (26/4/2018) nakhoda kapal MV Ever Judger resmi ditetapkan kepolisiam sebagai tersangka. Hingga berita ini diturunkan pemeriksaan terhadap tersangka ZD masih berlangsung.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help