Irianto Beri Bantuan Uang Tunai Rp 1 Juta, Rohani Mau Beli Mukena
Selama di Kota Tarakan, ia memilih menyewa rumah di RT 32 Kelurahan Karang Anyar Pantai. Di rumah sewaan inilah Rohani tinggal
Penulis: Junisah | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Raut wajah Rohani, tampak bahagia. Korban kebakaran di RT 32 Kelurahan Karang Anyar Pantai ini, menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 1 juta dari Pemprov Kaltara yang diserahkan langsung Gubernur Irianto Lambrie, Kamis (3/5/2018) di Pokso Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan.
Perempuan 50 tahun ini sama sekali tidak menyangka, mendapat bantuan uang tunai ini. Dia berencana akan membeli mukena dan sajadah, karena sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. "Mungkin mau beli mukena dan sajadah, karena mukena dan sajada saya terbakar," katanya.
Sudah empat hari ini, usai kebakaran, Rohani yang tinggal sendiri di Kota Tarakan ini tidur di tenda darurat BPBD Kota Tarakan. Ia memilih tenda darurat sebagai tempat tinggal, karena tidak memiliki sanak saudara di Kota Tarakan.
Telah 8 tahun Rohani tinggal di Kota Tarakan dan menjadi warga Tarakan. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, perempuan yang mengenakan hijab ini bekerja di salah satu pabrik udang sebagai pengawas.
Selama di Kota Tarakan, ia memilih menyewa rumah di RT 32 Kelurahan Karang Anyar Pantai. Di rumah sewaan inilah Rohani tinggal. Ia membayar uang sewa Rp 500.000 perbulan, belum termasuk listrik dan air. Namun kini rumah sewannya terbakar, termasuk semua barang yang ada di dalamnya.
Begitupula yang dirasakan Lina, warga lainnya yang menerima bantuan uang tunai Rp 1 juta. Lina mengaku, senang. Sebab dengan uang ini akan membeli kebutuhan sekolah anak pertamanya yang dalam waktu dekat ini akan ulangan sekolah.
"Alhamdulillah dikasih uang tunai, yah mungkin saya belikan kebutuhan sekolah untuk anak saya. Kebetulan juga tadi dibantu beberapa perlengkapan sekolah untuk anak. Jadi kalau ada yang kurang pakai uang yang dikasih tadi sama Pak Gubernur," ujarnya.
Gubenur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan, pihaknya memberikan uang tunai sebesar Rp 1 juta per KK. "Saya dapat informasi ada 83 KK yang menjadi korban kebakaran. Kalau 83 KK, berarti ada Rp 83 juta uang tunai yang diberikan," katanya.
Irianto mengatakan, pemberian uang tunai ini, untuk korban kebakaran yang memenuhi persyaratan mulai dari nama KK dan alamat tinggalnya. "Ini nanti kita berkoordinasi dengan Pemkot Tarakan untuk membagikannya," ujarnya. (*)