Tak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Kepolisian saat ini baru menetapkan 1 tersangka kasus pencemaran lingkungan yang menewaskan 5 pemancing di perairan Teluk Balikpapan

Tak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Kebakaran di wilayah perairan Teluk Balikpapan yang diduga akibat pencemaran minyak, Sabtu (31/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kepolisian saat ini baru menetapkan 1 tersangka kasus pencemaran lingkungan yang menewaskan 5 pemancing di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kendati demikian, diungkapkan Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani, proses penyidikan masih terus berlanjut, tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru mendampingi ZD (50), Nakhoda MV Ever Judger.

"Ketika kita menetapkan minimal bisa mempertanggungjawabkan. Minimal 2 alat bukti yang terpenuhi. Itu Lagi kita kumpulkan kalau ada tersangka baru. Tunggu hasil pemeriksaan," ujarnya.

Baca: Hadapi Blitar United, Wanderley Turunkan Yus Dan Fengky

Yustan menjelaskan, untuk penanganan perkara tipe seperti ini pihaknya tak bisa buru-buru. Saat ini pihaknya dalam proses mengumpulkan keterangan saksi ahli, untuk mendakwa tersangka baru.

Ia memberi gambaran pertanyaan yang belum terjawan, tentang bagaimana seharusnya SOP pengelolaan atau operasional penyaluran minya mentah menggunakan pipa bawah laut Pertamina. Siapa saja yang bertanggungjawab pada saat kejadian pipa patah yang menyebabkan crude oil 44 ribu barel tumpah ke laut Balikpapan.

Apa yang sebenarnya harus dilakukan pada kondisi seperti itu. Bagaimana artikulasi atau tafsir kondisi darurat bagi pihak-pihak terkait. Apa saja kewenangan yang bisa diambil para pemangku jabatan masing-masing instansi.

Baca: Ngeri! Mendadak Wahana Permainan Macet, Puluhan Pengunjung Tergantung selama 2 Jam

"Semua keterangan ahli kami kumpulkan. Nantinya akan dihubungkan seluruhnya. Kita tak bisa buru-buru (penanganan perkara)," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help